Peremajaan Kebudayaan Indonesia

Darmanto Jatman
http://www.suaramerdeka.com/

LEBIH dari sepuluh tahun yang lalu, Rama Mangunwijaya mendirikan Sekolah Dasar Mangunan. Beliau sudah patah arang dengan generasi beliau, juga generasi berikutnya, karena sudah mengalami dekadensi moral yang luar biasa, bukan cuma mentalitasnya now, tetapi juga kependidikannya. Karena itu beliau bekerja keras untuk mewujudkan kependidikan “bebas sekolah” –maksudnya tentu saja sekolah seperti yang sampai sekarang kita kenal di bawah Departemen Pendidikan Nasional itu, yang bibit kawit-nya didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda dalam rangka Politik Etis. Continue reading “Peremajaan Kebudayaan Indonesia”

Wawancara Sitor Situmorang: “Penandatanganan Manikebu Adalah Tindakan Politik”

Sitor Situmorang (30 Agustus 1999)
Pewawancara: Dwi Arjanto, Hermien Y. Kleden
tempointeraktif.com

BUKAN hanya puisi yang bisa dibicarakan dari seorang Sitor Situmorang. Hidupnya yang banyak dilewatkan dalam pengembaraan di luar negeri dan komitmen politiknya yang menyebabkan ia berada dalam posisi berseberangan dengan banyak seniman Indonesia pada awal 1960-an, semua itu merupakan dimensi yang tak dapat diabaikan dari ketokohannya yang penuh warna. Continue reading “Wawancara Sitor Situmorang: “Penandatanganan Manikebu Adalah Tindakan Politik””

Kejayaan Para Anak Petualang

Ngarto Februana, Kurniawan
http://www.ruangbaca.com/

Anak-anak suka topik detektif, petualangan, dan misteri.

Bagaimana kalau seorang anak yang mencari pencuri lukisan ayahnya dengan cara masuk ke dalam lukisan-lukisan yang lain atau sebuah mesin waktu melontarkan tokohnya ke masa Kerajaan Majapahit?

Bagaimana pula andai sekali dalam seratus tahun Dinas Rahasia Amerika Serikat lengah dalam pengamanan wakil presidennya yang berkunjung ke suatu negara? Tentu sangat menarik. Continue reading “Kejayaan Para Anak Petualang”

Dunia Eksternal Mahasiswa, Koma?

Hubeb Muhajir
http://suaramerdeka.com/

POLEMIK yang digaungkan Adi Purnomo, “Perang Wacana Lintas Kampus” (Suara Merdeka, 30/10), dan M Abdul Rohim, “Perang Wacana dalam Tanda Tanya” (Suara Merdeka, 13/10) ngayawara. Betapa tidak? Mereka hanya mengungkap dunia internal kampus, tak sampai ke dunia eksternal. Saya pernah menyajikan “Menyoal Diskusi Kaum Minoritas” (Suara Merdeka, 21/8) di halaman ini, tak lain bagaimana diskusi bisa lebih efektif. Continue reading “Dunia Eksternal Mahasiswa, Koma?”

Bahasa »