Safrita Heyu Anggreani, Mbok Jamu di Film Jeu?e

Suryadi
http://blog.harian-aceh.com/

Dunia Perfileman Aceh diramaikan oleh talenta muda aceh. Safrita Hegu Anggrea, dara cantik asal Aceh Besar ini mampu membuat ramuan baru di dunia entertaiment Aceh. Film Jeu?e, sebuah film komedi Aceh yang diramu dengan percintaan anak muda yang menuntut Safira perankan akting sebagai mbok jamu. Yah, seorang gadis kampung yang cantik setiap hari menjual jamu dengan mengelilingi kampungnya. Continue reading “Safrita Heyu Anggreani, Mbok Jamu di Film Jeu?e”

Anita Rahmaniati, Bisa, Karena Berusaha

Masrizal
http://blog.harian-aceh.com/

You are what you think, if you think you can, you can! (Kamu adalah apa yang kamu pikir, jika kamu pikir kamu bisa, kamu pasti bisa). ItuLah motto hidup gadis berusia 17 tahun yang memiliki nama lengkap Anita Rahmaniati.

Dengan menjiwai kalimat itu, ia telah banyak meraih prestasi hingga kini. ?Motto itu telah memotivasi saya untuk lebih maju dan terus berusaha,? sebutnya ketika dijumpainya di sekolah. Continue reading “Anita Rahmaniati, Bisa, Karena Berusaha”

Tahun Sepi Sastrawan Aceh

Rizki Alfi Syahril
blog.harian-aceh.com

Penulis Aceh membutuhkan akses agar karyanya dikenal. Bisa jadi ada penulis sastra kelas Nobel yang lahir dan hidup di Aceh, tapi karena tidak memiliki akses, karyanya tidak dikenal orang.

Tahun ini, Festival Penulis dan Pembaca Ubud (Ubud Writers and Readers Festival) memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-tujuh. Festival yang diambil dari nama sebuah daerah kelurahan di kabupaten Gianyar, Bali, yang pernah dinobatkan sebagai salah satu Kota Terbaik di Asia di tahun 2009. Continue reading “Tahun Sepi Sastrawan Aceh”

Peringatan Seabad Sastra Bali Modern

Rofiqi Hasan
http://www.tempointeraktif.com/

Kalangan akademisi dan sastrawan Bali, Kamis (12/8), memperingati satu abad Sastra Bali Modern (SBM) di Fakultas Sastra Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Peringatan ditandai dengan peluncuran dan diskusi buku “Tonggak Baru Sastra Bali Modern” karya I Nyoman Darma Putra.

Dalam buku itu Darma Putra menyatakan, SBM sudah lahir pada 1910-an dengan karya-karya dari Made Pasek dan Mas Nitisastro dalam bentuk cerita pendek. “Ini berbeda dengan karya sastra tradisional sebelumnya dalam bentuk kakawin dan geguritan,”ujar Darma Putra, yang kini terlibat sebagai Dewan Juri untuk hadiah sastra Rancage itu. Continue reading “Peringatan Seabad Sastra Bali Modern”

Dari Terompet Masyarakat ke Medayu Agung

Nina Susilo
http://www1.kompas.com/

Buku adalah sumber pengetahuan. Kalimat itu dipegang kuat Oei Hiem Hwie, pengumpul buku yang belajar tiada henti. Tidak hanya buku, koran dan majalah pun dia kumpulkan dengan rapi.

Sejak remaja, Oei Hiem Hwie yang tumbuh besar di Malang, Jawa Timur, senang membaca dan mengumpulkan buku. Semua koran, majalah, dan buku yang dibeli ayah atau dimiliki kakeknya, tanpa disuruh, dia simpan rapi. Bahkan uang jajan juga dia gunakan untuk membeli buku, teks pidato para tokoh politik, atau majalah. Continue reading “Dari Terompet Masyarakat ke Medayu Agung”

Bahasa ยป