Matdon
http://beritaseni.wordpress.com/
Saut, memperhatikan ekspedisi sastramu ke pelosok desa dan kota, membaca orasimu di website dan millis-millis serta kutukanmu pada TUK, mengingatkan saya pada prajurit perang Salman Al-Farisi di abad ke 7 Masehi. Dengan gagah ia menyerang musuh meskipun musuhnya terlalu banyak sedangkan kekuatan tentara Salman sangat sedikit, untuk mundur tentu tak mungkin karena harus membela kebenaran yang diyakininya, iapun membuat parit-parit di sekitar jalan yang akan dilalui musuhnya, sehingga dengan leluasa ia bisa melihat musuhnya terjebak dan ia pun leluasa menembaki musuh dengan panah. Continue reading “Saut Di Persimpangan Teks Perlawanan*”
