Saut Di Persimpangan Teks Perlawanan*

Matdon
http://beritaseni.wordpress.com/

Saut, memperhatikan ekspedisi sastramu ke pelosok desa dan kota, membaca orasimu di website dan millis-millis serta kutukanmu pada TUK, mengingatkan saya pada prajurit perang Salman Al-Farisi di abad ke 7 Masehi. Dengan gagah ia menyerang musuh meskipun musuhnya terlalu banyak sedangkan kekuatan tentara Salman sangat sedikit, untuk mundur tentu tak mungkin karena harus membela kebenaran yang diyakininya, iapun membuat parit-parit di sekitar jalan yang akan dilalui musuhnya, sehingga dengan leluasa ia bisa melihat musuhnya terjebak dan ia pun leluasa menembaki musuh dengan panah. Continue reading “Saut Di Persimpangan Teks Perlawanan*”

Geliat Menulis Esai Kritik Sastra dan Eksistensi SST (Sanggar Sastra Tasik) di Tasikmalaya

D. Dudu AR
http://oase.kompas.com/

AJAKAN workshop menulis kritik sastra dan laporan budaya dari Jodhi Yudono (pemangku rubrik oase-kompas.com) kepada saya (Pondok Media) beberapa waktu lalu, merupakan salah satu indikasi produktivitas masyarakat Tasikmalaya–menulis essay kritik sastra–jarang geliatnya. Beliau menyatakan ingin sekali masyarakat Tasikmalaya intens menulis kritik sastra dalam rangka memasyarakatkan sastra. Continue reading “Geliat Menulis Esai Kritik Sastra dan Eksistensi SST (Sanggar Sastra Tasik) di Tasikmalaya”

Surat Bunga dari Ubud: Putu dan “Sejarah yang Terserpih”

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Persimpangan sejarah yang membuat generasi itu mampu membuat kisah lebih bermakna, energi yang memadai bila diangkat ke dalam karya. Demikian lontaran pendapat sastrawan Martin Aleida. Pendapat yang boleh diragukan oleh generasi masa kini. Kendati, pendapat Martin itu penting untuk dipertimbangkan saat membaca karya Putu Oka Sukanta. Continue reading “Surat Bunga dari Ubud: Putu dan “Sejarah yang Terserpih””

Tadarus Sastra, Cara Seniman Geliatkan Sastra di Bojonegoro

Bacakan Puisi, Macapat, dan Geguritan saat Pentas
Nitis Sahpeni
http://www.jawapos.co.id/

Seniman Bojonegoro dari berbagai komunitas terus menunjukkan eksistensinya. Antara lain menampilkan berbagai pentas sastra, baik sastra Indonesia maupun Jawa.

Suasana gelap menyelimuti pendapa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Sabtu (28/8) malam. Beberapa lilin yang diletakkan di botol mineral dan digantung di seutas tali. Continue reading “Tadarus Sastra, Cara Seniman Geliatkan Sastra di Bojonegoro”

Karya Lanang, Novel Apa Memoar?

Peluncuran ??Pengendara Badai??
Riyono Toepra
http://suaramerdeka.com/

MESKI sudah jelas dicetak wujudnya berbentuk novel, keberadaan novel ??Pengendara Badai?? menjadi perdebatan cukup sengit saat peluncuran dan diskusi yang digelar di Gedung Kesenian Kota Tegal di Jl Setia Budi, mulai pukul 20.00, Sabtu (6/2).

Acara bedah novel itu yang mengusung pembicara mantan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tegal Dr H Maufur dan budayawan asal Solo, Halim HD, dengan moderator Nurhidayat Poso, malam itu, terbilang cukup panas. Adalah Halim, yang blak-blakan menguliti novel ??Pengendara Badai?? karya Lanang Setiawan itu. Awalnya dia menuding novel itu secara data masih kurang teliti. Continue reading “Karya Lanang, Novel Apa Memoar?”

Bahasa ยป