Catatan Dari Festival Musikalisasi Puisi Indonesia

Furqon Lapoa
kendaripos.co.id

Walaupun tidak sepopuler baca puisi, musikalisasi puisi sesungguhnya bukan ?barang baru? di Indonesia, demikian juga Sulawesi Tenggara. Tahun silam misalnya, Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan pelatihan musikalisasi puisi bagi para siswa dari beberapa sekolah di Kota Kendari, mendatangkan instruktur dari Jakarta, AGS Arya Dipayana. Kegiatan pelatihan tersebut diakhiri dengan semacam lomba antarpeserta, yang dimenangi oleh siswa peserta pelatihan utusan dari Madrasah Aliyah Ummushabri, Kendari. Continue reading “Catatan Dari Festival Musikalisasi Puisi Indonesia”

BELAJAR MENULIS DARI ENI KUSUMA

Sutejo
Ponorogo Pos

Dalam pengantar bukunya, Anda Luar Biasa! (2007), Eni Kusuma mengungkapkan begini, ?… Jika saya tidak suka belajar, tidak peduli akan talenta diri, tidak menyukai harapan, cita-cita dan semangat, mungkin Anda tidak menemukan saya dalam buku ini.? (hal. Xviii). Ungkapan ini, mengingatkan betapa pentingnya etos, cita, dan kesadaran akan talenda dalam kepenulisan. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI ENI KUSUMA”

Kesadaran Ruang dari Tubuh dan Bau Tanah

Menuju Apresiasi Ibu Bumi Pertiwi
I Made Prabaswara
http://www.balipost.co.id/

SEUSAI nuwasen karya dan ngunggahang sunari dalam gelar ritus besar terkait dengan unsur-unsur utama kemestaan di Bali, biasanya akan dilanjutkan dengan tahapan nyukat, lalu bhumi suddha. Kedua tahapan ini begitu penting, karena pada tahap inilah ruang untuk digelarnya ritus itu dipilih, ditentukan, setelah didahului dengan pemilihan dan penentuan waktu lewat tahapan pertama, nuwasen karya. Itu berarti, suatu gelar ritus keagamaan berkait dengan kesemestaan di Bali senantiasa mengikuti ”standar produser” berupa pemilihan dan penentuan waktu, lalu dilanjutkan dengan pemilihan dan penentuan ruang. Continue reading “Kesadaran Ruang dari Tubuh dan Bau Tanah”

Ratna Indraswari Ibrahim, Penggembala Kunang-kunang

Abdi Purnomo
http://www.korantempo.com/

Kunang-kunang begitu memesonakan hati Bonet. Rasa ingin tahu bocah perempuan sebelas tahun ini membesar karena ibunya, Gita, rajin mendongengkan keindahan kelap-kelip kunang-kunang yang gampang dijumpai di sekitar rumah kakeknya pada malam gulita. Bonet pun merengek ingin melihat binatang renik yang mengeluarkan cahaya unik itu. Continue reading “Ratna Indraswari Ibrahim, Penggembala Kunang-kunang”

Bahasa ยป