Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (II)

http://www.facebook.com/
Ruang Putih Jawa Pos [ Minggu, 15 Agustus 2010 ]
Belajar Sentosa dengan Arif

ARIF B. Prasetya -penyair, cerpenis, dan kurator kelahiran Madiun itu- merintis karir kepenulisan di Bengkel Muda, Surabaya, ketika berkuliah di ITS. Dia lantas menikah dan bermukim di Bali. Relatif tenang, tanpa gegar budaya yang menyeruak ke permukaan sebagai teks sastra, tidak seperti Oka Rusmini yang gerah dimarjinalkan oleh lingkungan padahal dirinya hanya mengutamakan cinta. Continue reading “Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (II)”

Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (I)

http://www.facebook.com/
MENYAMBUNG TULISAN AF TUASIKAL; “Menegakkan Estetika Alternatif”
Oleh: Beni Setia
KOMPAS JATIM CETAK: Jumat, 13 Agustus 2010 | 15:50 WIB

Tulisan AF Tuasikal, “Birokratisasi Sastra Jawa Timur” (Kompas, 29/7), meski hanya menyasar puisi dan inventarisasi penyair, sebenarnya menyodok dominasi Dewan Kesenian Jawa Timur di satu sisi dan kecenderungan adanya dominasi estetika yang amat mendikte selera redaksi, kurasi antologi bersama, serta aspek kebermutuan puisi mutakhir. Sebuah gugatan yang menohok tetapi dengan beberapa salah asumsi. Continue reading “Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (I)”

Ma’iyah: Kepemimpinan Bani Syari’at

Memoar I Padhang mBulan 26 Juli 2010

Sabrank Suparno

Sepeninggal bapak pluralisme (KH. Abdurrahman Wahid), para sejarawan mulai me-nganalisa rumusan pemikiran baru. Rumusan baru itu ditarik berdasarkan gelombang waktu yang mengalami padatan momental. Dimana warna kepemimpinan yang berhasil dan membuat nama besar kerajaan, ditandai dengan lahirnya sosok pemimpin dari kalangan bawah. Continue reading “Ma’iyah: Kepemimpinan Bani Syari’at”

ZIARAH MANDAR, ZIARAH SASTRA, ZIARAH NUSANTARA

Sabrank Suparno

Apa yang melebar dari sekedar acara remeh bedah buku? Tanggal 14 Juli 2010 lusa, komunitas Geladak Sastra meneruskan estafet agenda sastranya yang ke-4 : membedah Kumpulan Cerpen Zirah Mandar karya Bustan Basir Maras : cerpenis kelahiran Mandar Sulawesi Barat : propinsi termuda di Indonesia. Enam belas kumpulan cerpen itu dibedah 3 aktor penggiat sastra : Abdul Malik (pengelola Balai Belajar Bersama Banyumili, Mojokerto), Nasrul Ilaihi (Cak Nas) Continue reading “ZIARAH MANDAR, ZIARAH SASTRA, ZIARAH NUSANTARA”

Bahasa ยป