Revolusi Diana, Revolusi Indonesia

Triyanto Triwikromo
http://suaramerdeka.com/

Kuharap kau tidak akan cemburu melihat hidupku
Hidupku bebas selalu kawanku tiada yang memburu ooo..
Di Nusantara yang indah rumahku, kamu harus tahu
Tanah permata tak kenal kecewa di Katulistiwa

YOK Koeswoyo – salah satu personel Koes Plus yang tampak kian sepuh- menyanyikan lagu ?Nusantara? itu dalam nada yang menggetarkan, Selasa (6/7), di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Ia tidak sendiri. Ditemani para pendukung drama musikal Diana, Rahasia Hatiku, Yok mengajak para penonton melantunkan tembang lawas yang mengusung tema ?cinta Tanah Air? itu dengan semangat yang meluap-luap. Continue reading “Revolusi Diana, Revolusi Indonesia”

Kirana Kejora, Penulis Indie yang Rela Tinggalkan Pekerjaan Mapan

Jawab Protes Keluarga dengan Karya
Puji Tyasari
http://www.jawapos.com/

Acara bedah buku yang berlangsung di kawasan Ngagel awal Mei lalu berlangsung sederhana. Pengunjung yang umumnya kalangan seniman duduk di gelaran karpet. Mereka membedah novel Elang karya Kirana Kejora.

ELANG berkisah tentang saudara kembar bernama Elang Timur dan Elang Laut. Elang Timur merupakan pria sukses, cerdas, dan punya jabatan tinggi. Dia juga ilmuwan yang peduli terhadap nasib kaum terpinggirkan. Sementara Elang Laut seorang seniman sederhana yang terkesan lemah dan tak berpendirian. Dua bersaudara itu sama-sama mencintai perempuan bernama Jora. Continue reading “Kirana Kejora, Penulis Indie yang Rela Tinggalkan Pekerjaan Mapan”

Norman Edwin Dulu dan Kini, Catatan Sahabat Sang Alam

M. Latief
http://oase.kompas.com/

Saat banyak orang di Tanah Air, baik secara sendiri-sendiri maupun atas nama kelompok tertentu, berkoar-koar mengumandangkan rencana pendakiannya ke Tujuh Puncak Tertinggi Dunia atau The Seven Summit, rasanya ada yang “hilang”, bahkan hambar lantaran tidak menyebut sama sekali nama Norman Edwin. Pasalnya, memang, kali pertama ide ini muncul di Indonesia datang dari dia, tepat di tengah ingar-bingarnya gairah pendakian gunung salju di kalangan pencinta atau klub pendaki gunung di seluruh penjuru Tanah Air. Continue reading “Norman Edwin Dulu dan Kini, Catatan Sahabat Sang Alam”

Prasmanan Untuk Romo Dick

Umar Kayam
majalah.tempointeraktif.com

TANTANGAN KEMANUSIAAN UNIVERSAL, antologi filsafat, budaya, sejarah-politik & sastra kenangan 70 tahun Dick Hartoko
Editor: Drs. G. Moedjanto, M.A., Drs. B. Rahmanto, Dr. J. Sudarminta, S.J.
Penerbit: Kanisius, 1992, 580 halaman

SALAH satu kebiasaan baik dari masyarakat cendekiawan adalah memperingati ulang tahun ke70 atau 80 dari seorang rekan yang dianggap berprestasi dalam bidang yang digelutinya, dengan menerbitkan suatu festschrift, suatu buku peringatan atau perayaan. Demikianlah Dick Hartoko, S.J., seorang romo Katolik, yang selama 37 tahun memimpin majalah kebudayaan Basis, tanggal 9 Mei lalu genap berusia 70 taun. Continue reading “Prasmanan Untuk Romo Dick”

Bahasa ยป