STA, Perangkum Semua Kebudayaan

Aulia A Muhammad
suaramerdeka.com

INDONESIA hari ini, juga Indonesia akan datang, tidak dibangun dalam satu hari, juga tidak oleh satu orang. Meski, untuk peletak dasar kebudayaan, ada satu orang yang namanya tak mungkin dihapuskan. Dialah Sutan Takdir Alisjahbana, yang namanya biasa disingkat STA.

Takdirlah yang dengan serius memikirkan kebudayaan Indonesia. Tak hanya melalui Polemik Kebudayaan -yang sampai kini masih acap dibicarakan- dan Majalah Pujangga Baru yang semua dia garap dengan sangat serius, tapi juga upayanya menjadikan bahasa Indonesia menjadi sebuah bahasa modern. Continue reading “STA, Perangkum Semua Kebudayaan”

Kluet, Tenggelam dalam Sejarah

Herman Rn
http://sosbud.kompasiana.com/

KABUPATEN Aceh Selatan dengan ibukotanya Tapaktuan merupakan salah satu kota sejarah di Provinsi Aceh. Banyak situs budaya yang layak dijadikan objek wisata islami di daerah itu. Sayangnya, semua terkesan ?tenggelam? atau hilang seiring waktu.

Tak hanya objek wisata, sejumlah suku, bahasa, termasuk wilayah pun terkesan dilupakan. Sebut saja di antaranya suku dan wilayah Kluet. Suku Kluet merupakan satu di antara dua suku lainnya?Aceh dan Aneuk Jamee?yang hidup di wilayah Aceh Selatan. Suku ini umumnya terdapat di wilayah Kluet Utara, Kluet Timur, Kluet Tengah, dan Kluet Selatan. Continue reading “Kluet, Tenggelam dalam Sejarah”

Dana Aspirasi, Inovasi Asli Indonesia

A.S. Laksana
jawapos.co.id

ORANG-orang DPR pusat baru saja menawarkan sebuah usulan yang oleh sejumlah kalangan dinilai sungguh tidak masuk akal: mereka meminta pemerintah menyediakan dana aspirasi Rp 15 miliar per orang untuk dialokasikan ke daerah pemilihan mereka masing-masing. Sejumlah kalangan, dalam kecepatan menanggapi yang sebanding dengan performa unit reaksi cepat, segera merespons usulan itu dengan menyuarakan penolakan mereka. Continue reading “Dana Aspirasi, Inovasi Asli Indonesia”

Perkembangan Apresiasi Sastra di Kuningan

Nirwanto Ki S. Hendrowinoto
http://www.sinarharapan.co.id/

Seiring dengan geliat zaman, sebagai kota wisata, Kuningan, Jawa Barat, ternyata dari dulu sampai sekarang, tidak pernah sepi dari kegiatan kesenian. Khususnya, apresiasi sastra di sekolah dan secara umum, tumbuh begitu subur dan membuahkan pekerja seni yang cukup berbobot.

Perkembangan apresiasi sastra di kota Kuningan lahir dari sebuah kesadaran berkotemplasi bukan sekadar rekayasa. Kegiatan itu ditandai dengan begitu banyaknya acara sastra yang muncul bak jamur di musim hujan. Continue reading “Perkembangan Apresiasi Sastra di Kuningan”

Bahasa ยป