YANG LIAN: Puisi adalah Kampung Halaman Saya

Pewawancara: Luky Setyarini
http://www.ruangbaca.com/

Ketika Revolusi Budaya dilancarkan di Cina antara 1966-1976, ada sekelompok penyair yang karena gaya puisinya yang sulit dipahami, seperti berkabut, disebut sebagai Misty Poets. Salah satu dari para penyair kritis yang aktif menulis di majalah Jintian (Today) itu adalah Yang Lian.

Lahir di Swiss pada 1955, ayah Yang seorang diplomat. Ketika keluarganya pulang kampung, Yang muda dikirim ke pedesaan Changping dekat Beijing, untuk mengikuti program reedukasi. Continue reading “YANG LIAN: Puisi adalah Kampung Halaman Saya”

Namanya Abadi di Bunga Anggrek

Siska Prestiwati W
http://www.surabayapost.co.id/

Ketekunannya mengembangkan bunga anggrek membuat namanya menempel pada jenis bunga yang langka dengan bahasa latin Dendrobium sutiknoi p. o’bryne.

Sebagai pengusaha instalasi listrik dan guru, Soetikno Linoehoeng tidak tahu banyak hal tentang tanaman, khususnya bunga anggrek. Waktunya lebih banyak digunakan untuk mengabdi di Yayasan Pendidikan Teknik Indonesia dan berkeliling bersama teman-teman PLN untuk memasang listrik ke daerah-daerah. Continue reading “Namanya Abadi di Bunga Anggrek”

Pembelajaran Bahasa & Sastra Indonesia Melalui CTL

Dra. Ely Waliah
http://www.pikiran-rakyat.com/

Perubahan kurikulum tidak akan berdampak signifikan terhadap hasil belajar jika paradigma pembelajaran tidak berubah. Para guru perlu membekali diri dengan berbagai kompetensi profesional yang berkaitan dengan tugas profesinya.

Sejatinya, esensi sebuah kurikulum adalah bagaimana menciptakan sebuah proses pembelajaran di sekolah sehingga terjadi interaksi dua arah secara optimal antara guru dan siswa, melalui beberapa pendekatan yang efektif dan efisien guna tercapainya suatu tujuan (baca: tujuan pendidikan). Continue reading “Pembelajaran Bahasa & Sastra Indonesia Melalui CTL”

Triyanto Triwikromo Metamorfosis Bagong

Gunawan Budi Susanto
suaramerdeka.com

ANDA benar, saya akrab dengan dia. Tetapi, sungguh, saya tak tahu banyak soal dia. Saya cuma tahu dia lahir di Salatiga, 15 September 1964, dari keluarga buruh pabrik. Tekanan kemiskinan membuat dia jadi kacung, berganti-ganti majikan. Karena mungkin jadi guru jalan meraih drajat lan semat, dia sekolah di SPG, lalu mulang SD, dan 1985 kuliah di IKIP Negeri Semarang (kini Universitas Negeri Semarang). Continue reading “Triyanto Triwikromo Metamorfosis Bagong”

Bahasa ยป