Epilog: Sugesti Berhulu Ledak

(Kulya dalam Relung Filsafat, Nurel Javissyarqi, Cetakan III PuJa, 2020, Lukisan Cover: Laksmi Shitaresmi)
Nurel Javissyarqi Continue reading “Epilog: Kulya dalam Relung Filsafat”
Epilog: Sugesti Berhulu Ledak

(Kulya dalam Relung Filsafat, Nurel Javissyarqi, Cetakan III PuJa, 2020, Lukisan Cover: Laksmi Shitaresmi)
Nurel Javissyarqi Continue reading “Epilog: Kulya dalam Relung Filsafat”
Soeprijadi Tomodihardjo*
http://www.jawapos.com/
ERNEST HEMINGWAY (1899-1961) merupakan pengarang cerita pendek, novel, dan roman Amerika paling menonjol pada zamannya. Riwayat hidupnya memuat juga sejumlah puisi, namun puisinya jarang dikenal di ranah sastra dunia. Hingga akhir 1925, hanya muncul sekitar 25 puisi, yakni puisi-puisi remaja angkatannya. Dr Hans Bastian dalam pengantar untuk buku S?mtliche Gedichte -kumpulan puisi Hemingway terbitan Rowohlt, Hamburg-Jerman- mencatat, selain ke-25 puisi tersebut, ada 70 puisi lagi yang ditemukan, berupa coret-coretan atau catatan di kertas-kertas buram yang agaknya disisihkan begitu saja oleh sang pengarang. Namun, semua itu perlu diperhatikan jika kita ingin mengenal pribadi Hemingway seutuhnya. Continue reading “Hemingway”
A.S. Laksana *
jawapos.com
Kalau Anda tidak memiliki ilmu Nabi Khidir, yakni membaca apa yang akan terjadi besok atau bertahun-tahun kelak, maka salah satu yang bisa Anda lakukan pada saat ini adalah berlapang dada. Maksud saya, dada Anda harus sungguh-sungguh lapang untuk mendengar, melihat, atau menghadapi segala kemungkinan; lidah Anda harus dijaga; pikiran Anda harus dipelihara agar tetap bugar.
Selanjutnya, jika Anda memiliki anak yang masih bersekolah, jaga ia baik-baik dan doakan semoga gedung sekolah tidak roboh menimpanya. Doa Anda sangat diperlukan oleh anak Anda, sebab gedung sekolah mudah roboh. Continue reading “Imajinasi”
Fahrudin Nasrulloh*
___Radar Mojokerto
Uwur-uwur kodok segoro
bandeng nener disaut ulo
Sukur-sukur peno jowo
tumut ngenger sak umur kulo
(Petilan kidungan Besut dari Mbah Jomblo)
Ia bernama Mbah Jomblo. Tampaklah panorama Dusun Jombok yang permai yang dikitari persawahan yang menghijau subur. Dan di daerah itulah ia pertama kali menghirup hiruk-pikuk dunia, yang kemudian ia lebih dikenal oleh warga sekitarnya dengan sebutan Mbah Jomblo. Continue reading “Mbah Jomblo sang Besutan dari Jombok**”
Anwar Siswadi
tempointeraktif.com
Suasana pertunjukan langsung menyambut begitu pintu depan dibuka. Gelap menyergap. Jalan masuk hanya diterangi pendar 11 lilin yang dibariskan memanjang dua lajur di lantai. Di ujungnya, seorang perempuan membungkuk tak bergerak. Badannya condong ke depan sambil kedua tangannya memegang tangkai pacul yang lebih panjang dari ukuran umumnya.
Selangkah dari situ, sosok-sosok lain ikut menghadang. Di dalam kotak kayu, seorang lelaki berkaca mata hitam terbujur beku di pintu masuk tempat pertunjukan. Tubuhnya berselimut tanah. Sebuah tonggak kayu salib terpancang di ujung kaki. Continue reading “Tarian Terakhir Seniman Tanah Air”