Membangun Gerakan Politik lewat Musik

Wakos R. Gautama*
http://www.lampungpost.com/

Musik mempunyai peran begitu besar dalam kehidupan manusia. Lewat musik, manusia bisa mengaktualisasikan diri. Kita bisa tahu apa yang sedang dialami seseorang hanya lewat musik yang didengarnya; apakah ia sedang sedih, gembira, jatuh cinta atau sedang patah hati.

Ketika sedang patah hati, misalnya, seorang Slankers tidak akan bosan-bosannya mendengarkan lagu Anyer 10 Maret. Atau jika Anda seorang Baladewa yang sedang rindu dengan kekasih, maka lagu Kangen bisa Anda putar berulang-ulang di MP3 player Anda. Saat terjadi bencana tsunami di Aceh, Untuk Kita Renungkan atau Berita Kepada Kawan milik Ebiet G. Ade menjadi lagu wajib di televisi. Continue reading “Membangun Gerakan Politik lewat Musik”

Melacak Asal Usul Orang Lampung

Febrie Hastiyanto*
http://www.lampungpost.com/

SEBAGIAN (besar) masyarakat Lampung percaya bila mereka berasal dari Sekala Brak, Lampung Barat. Sekala Brak pertama kali dihuni suku bangsa Tumi. Setelah kedatangan empat umpu dari Pagaruyung sekitar abad XV atau XVI, yakni Inder Gajar bergelar Umpu Lapah di Way, Pak Lang bergelar Umpu Pernong, Sikin bergelar Umpu Nyerupa, Belunguh yang bergelar Umpu Belunguh, dan seorang putri Indarwati bergelar Puteri Bulan terjadi migrasi Sukubangsa Tumi ke berbagai penjuru. Yakni hampir seluruh wilayah Lampung, hingga ke Sumatera Selatan bagian selatan dan pantai utara Banten. Dari Sekala Brak ini kemudian lahir sembilan keturunan (kebuayan) besar yang berkembang menjadi puluhan marga. Continue reading “Melacak Asal Usul Orang Lampung”

Ruang Dialog

D. Zawawi Imron
jawapos.com

”Kenapa kau memasang gambarku di belakang fotomu pada baliho-baliho di tepi-tepi jalan itu?” tanya kiai kepada putranya pada era kampanye pemilu sebulan yang lalu.

”Supaya perolehan suara saya lebih banyak lagi. Orang-orang yang cinta dan hormat kepada ayah akan mencontreng nama saya, karena saya putra ayah.” Continue reading “Ruang Dialog”

Dialog tentang Pendidikan bersama Sastrawan Prof. Dr. Abdul Hadi WM

dengan Arif Gumantia di facebook

Semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika. Hanya saja sekarang ini Bhinneka Tanggal Ika. Kemana Ika?

Arif Gumantia
April 13 at 10:45pm
Ika telah tanggal… nggih pak…
karena tidak pernah ada yang peduli dan yang merawat…
semua hanya mencari materialisme dan pragmatisme dalam sebuah
ke-Bhinneka-an… Continue reading “Dialog tentang Pendidikan bersama Sastrawan Prof. Dr. Abdul Hadi WM”

Sapto Raharjo dan “Kewirausahaan Alternatif”

Satmoko Budi Santoso *

SENIMAN Sapto Raharjo yang merupakan salah satu ikon budaya Yogya telah meninggal dunia pada hari Jumat 27 Februari 2009 lalu. Tentu saja, hal tersebut merupakan fakta otentik yang tak dapat diganggu-gugat. Setelah sekitar dua minggu dirawat di rumah sakit akibat “penyakit dalam” yang dideritanya, akhirnya Sapto Raharjo pun berpulang kepada Tuhan. Banyak hal yang ia tinggalkan sebagai hikmah dan sepantasnya mendapatkan kelayakan apresiasi. Continue reading “Sapto Raharjo dan “Kewirausahaan Alternatif””

Bahasa ยป