“Saya Cinta Kiai dan Pesantren”

Abidah El Khalieqy
Pewawancara: Muhammad Syaifullah
http://www.korantempo.com/

Abidah El Khalieqy tidak hanya dikenal sebagai penyair, tapi juga novelis yang produktif. Lima novel telah ditulisnya, selain buku kumpulan puisi dan kumpulan cerita pendek. Salah satu novelnya, Geni Jora, memenangi Lomba Penulisan Novel Dewan Kesenian Jakarta 2004. Perempuan kelahiran Jombang, 1 Maret 1965, yang mulai menulis sejak usia 12 tahun ini pernah memperoleh penghargaan seni dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (1998). Tahun lalu ia menerima Ikapi dan Balai Bahasa Award. Continue reading ““Saya Cinta Kiai dan Pesantren””

Dekonstruksi Sastra Pesantren, Menuju Islam Inklusif

Wiwik Hidayati
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

Belakangan ini, banyak pemikir Islam dari halaqah (majlis ta?lim) di masyarakat, terutama aktivis kampus dan aktivis pesantren yang menyuarakan gagasan baru dan sistem penafsiran baru terhadap ajaran Islam, khususnya ilmu kalam. Kelompok ini terang-terangan menghantam ajaran teologi Asy?ariyah, ajaran yang banyak dianut warga NU. Continue reading “Dekonstruksi Sastra Pesantren, Menuju Islam Inklusif”

In Memoriam: Si “Superhilang…” Kini Telah Tiada

Isbedy Stiawan Z.S.
lampungpost.com

Dunia sastra Indonesia kembali kehilangan salah seorang sastrawan terbaiknya. Hamid Jabbar meninggal saat mengisi Pentas Orasi Seni dan Budaya di Universitas Islam Negeri (UIN–dulu IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu malam (29-5), bersama Jamal D. Rahman, Putu Wijaya, Frans Magnis Suseno, dan Frangky Sahilatua. Acara itu sendiri merupakan rangkaian Dies Natalis ke-2 UIN. Continue reading “In Memoriam: Si “Superhilang…” Kini Telah Tiada”

Estetika Lokal dalam Sastra Kita

Neli Triana
kompas.com

Ketika Sutardji Calzoum Bachri berkumpul dengan Ahmad Tohari, dibumbui kehadiran tokoh-tokoh sastra seperti Hamsad Rangkuti, Taufik Ikram Jamil, Melani Budianta, Budi Darma, dan Gus tf Sakai, perang karya sastra rupanya seru untuk diikuti.

Bukan perang fisik yang membuat dada berdegup kencang, melainkan diskusi seru tentang estetika lokal dalam karya sastra Indonesia. Diskusi ini merupakan rangkaian acara dalam Kongres Cerpen Indonesia IV di Pekanbaru, 26-30 November 2005. Continue reading “Estetika Lokal dalam Sastra Kita”

Seni Tradisional, Penguatan Sastra Sunda di Daerah

Eriyandi Budiman
http://www2.kompas.com/k

Tahun 2000-an, penyair Taufik Ismail bersama majalah sastra Horison pernah menggelar Sastrawan Bicara Siswa Bertanya atau SBSB di sejumlah sekolah dan kampus di Indonesia. Aktivitas itu pernah juga dilakukan para sastrawan Sunda tahun 1970-1980-an.

Pada periode yang juga sangat subur dengan kehidupan kreatif bersastra itu, sejumlah sastrawan Sunda menggelar apresiasi sastra untuk pelajar di berapa kota di Jawa Barat, termasuk Banten. Namun, kegiatan itu tidak berlangsung terus-menerus alias putus karena berbagai permasalahan. Continue reading “Seni Tradisional, Penguatan Sastra Sunda di Daerah”

Bahasa ยป