Antara Keheningan dan Keriuhan

Pameran “Dua Cakrawala”

Wayan Sunarta
http://www.balipost.co.id/

DI “10 Fine Art Gallery” Sanur yang dikelola oleh 10 pelukis, I Kadek Susila dan I Wayan Wirawan memamerkan karya-karya terbarunya. Pameran bertajuk “Dua Cakrawala” itu dikuratori Arif Bagus Prasetyo dan berlangsung dari 29 April sampai 29 Mei 2007.

Susila dan Wirawan merupakan tamatan ISI Yogyakarta. Keduanya pernah berpameran bersama di beberapa kota di Indonesia. Continue reading “Antara Keheningan dan Keriuhan”

Di Tengah Perubahan Zaman, Seni Abstrak Masih Eksis

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Di balik pesatnya perkembangan seni lukis kontemporer ada kesan bahwa seni lukis abstrak tidak berkembang, tidak punya tawaran baru yang signifikan untuk diperhitungkan sebagai wakil penting seni lukis kontemporer. Padahal, dalam sejarah seni rupa modern, seni lukis abstrak yang lahir sekitar tahun 1910 pernah memegang posisi penting, meraih kejayaannya pada pertengahan dekade 1940-an. Continue reading “Di Tengah Perubahan Zaman, Seni Abstrak Masih Eksis”

Visi Chairil tentang Kota

Aguslia Hidayah
http://www.korantempo.com/

Sajak Aku Berkisar Antara Mereka paling eksplisit merefleksikan visi Chairil Anwar tentang kota.

“Saya hanya akan menawarkan tafsir seorang pembaca, yang melihat Chairil Anwar sebagai subyek dalam landasan sebuah modernisasi. Bukan sebagai “aku” yang “individu”, tapi sebagai “aku” dalam posisi “subyek”. Bukan sebagai “aku” yang “dari kumpulannya terbuang”, bukan sebagai aku yang mencari kebebasan perorangan dari norma kolektif, melainkan “aku” yang merdeka dari segala hendak meneguhkan kepribadian yang kritis.” Continue reading “Visi Chairil tentang Kota”

Gelas Merah

Tito Sianipar
tempointeractive.com

Sebanyak 21 gelas merah berbaris membentuk sudut 30 derajat. Di ujungnya, bagian sudut, empat ekor capung berbagai warna hinggap di bibir gelas. Sementara itu, satu ekor capung lainnya baru muncul dari lubang. Capung-capung bercengkerama satu sama lain.

Itu adalah salah satu lukisan karya I Wayan Sujana yang berjudul Lorong Pertemuan. Bersama 14 lukisan lainnya, lukisan berukuran 180 x 145 sentimeter itu dipamerkan di Artsphere Galeri, Jakarta, 13 Desember hingga 12 Januari. Pameran itu diberi tajuk “Transparency”. Continue reading “Gelas Merah”

?Chairil dan Kota?

Chairil Berkisar dalam Jakarta

Mila Novita
http://www.sinarharapan.co.id/

Chairil ada di antara kehidupan kota. Di usia 19 tahun, ketika ibu, Saleha, dan ayahnya, Toeloes, bercerai, ia memilih tinggal di Jakarta bersama dengan ibunya.

Di Ibu Kota inilah ia berkenalan dengan sastra, bergaul dengan orang-orang dari kalangan sastra, dan banyak mendapat inspirasi dari kehidupan Jakarta. Continue reading “?Chairil dan Kota?”

Bahasa ยป