Di Tengah Perubahan Zaman, Seni Abstrak Masih Eksis

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Di balik pesatnya perkembangan seni lukis kontemporer ada kesan bahwa seni lukis abstrak tidak berkembang, tidak punya tawaran baru yang signifikan untuk diperhitungkan sebagai wakil penting seni lukis kontemporer. Padahal, dalam sejarah seni rupa modern, seni lukis abstrak yang lahir sekitar tahun 1910 pernah memegang posisi penting, meraih kejayaannya pada pertengahan dekade 1940-an.

Kurator seni rupa Arif Bagus Prasetyo dalam catatannya: “Menguak Seni Lukis Abstrak Kontemporer” mengungkapkan karya lukis abstrak hingga kini masih diproduksi para perupa di berbagai belahan dunia, seringkali dengan stamina dan intensitas kreatif yang mengagumkan. Seni lukis abstrak terbukti tetap eksis mengarungi perubahan zaman.

Kekaguman seni lukis abstrak terlihat dalam pameran “4 As For Us” di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (12 – 21 Desember 2008). Seterusnya dilanjutkan di Hanna Artspace, Ubud, Bali (18 Desember 2008 – 11 Januari 2009).

Pameran ini menampilkan karya Utoyo Hadi, Muhammad Faisal (Iconk), Ikay Khairudin dan Nyoman Kardana. Keempat seniman ini ingin menunjukkan semacam reposisi seni lukis abstrak kontemporer Indonesia. Masing-masing pelukis yang menampilkan karya dalam pameran ini memiliki latar-belakang kultural dan biografis yang berbeda. Utoyo, seniman senior asal Kudus tinggal di Jepara, Jawa Tengah, misalnya, memulai pameran bersama sejak 1967 seperti di Medan, Kebumen, Ujung Pandang, Pulau Brandan, Semarang, Jakarta, Singapura dan Kuala Lumpur – Malaysia.

Selain seni abstrak ia pernah pameran lukisan non figuratif, karya instalasi, patung, sketsa dan cat air, Ia juga pernah pameran tunggal di Medan, Jakarta, di Madrid-Spanyol Muhammad Faisal (Iconk), kelahiran, Jayapura, memperoleh pendidikan sarjana muda STISI Bandung dan kini bermukim di Bandung. Ikay lahir di Jakarta, lulusan sarjana muda STISI di Bandung kini tinggal di Ubud, Bali. Sementara Kardana memperoleh pendidikan sarjana muda STSI Bali dan menetap di tanah kelahirannya, Gianyar, Bali.

Dengan latar-belakang masing-masing yang berbeda, keempat seniman ini sama-sama menggeluti lukisan bercorak abstrak. Pameran ini mengetengahkan sejumlah lukisan abstrak yang mewakili perkembangan kreatif mutakhir mereka.

Makna Simbolis
Arief menilai karya – karya Utoyomenciptakan komposisi-komposisi abstrak yang sarat makna simbolis. Kosa-rupanya kerap berfokus pada bentuk-bentuk dasar yang memiliki nilai simbolis universal, seperti lingkaran, persegi dan segitiga. Kepekaan akan rasa warna dan kemantapan struktur memancarkan daya-tarik yang menggetarkan.

Karya-karya Utoyo melantunkan aspirasi akan spiritualisme, mistisisme dan keanggunan sistem harmoni kosmis. Kanvas-kanvasnya menghamparkan suatu kesan tentang semesta yang hening, syahdu dan bergetar dengan khidmat.

Iconk adalah sosok pelukis yang giat melakukan eksplorasi dan eksperimentasi kreatif untuk memberontak bentuk-bentuk seni rupa yang dianggap mapan. Ia aktif mencari kemungkinan-kemungkinan baru dalam seni lukis dengan mengembangkan pelbagai ide baru, teknik baru dan penggunaan material artistik yang tidak lazim.

Dalam pameran ini ia menampilkan sejumlah lukisan abstrak berbahan karet. Karya-karyanya yang menampilkan kesan tentang sesuatu yang bergerak liar, cepat, namun bergetar ritmis.

Lukisan-lukisan Ikay berfokus pada suatu objek abstrak yang seolah mengambang pada bidang kanvas. Karya-karyanya merefleksikan pengalaman visual-psikologis manusia urban kontemporer yang tenggelam dalam banjir citra, ketika realitas cenderung dialami sebagai potongan-potongan citra sesaat dan kesan-kesan fragmentaris yang berebut menyerbu ruang kesadaran. Ia memurnikan fragmen-fragmen kesan pengalaman urban yang kompleks jadi elemen garis dan warna, kemudian menubuhkannya secara sistematis dalam desain yang kompak dan elegan.

Karya Kardana bertolak dari visi kreatif yang melihat realitas sebagai bentangan medan energi chaotic. Bidang lukisannya diresapi dorongan emosi dan rangsang-rangsang naluriah spontan. Abstraksi menjadi pilihan ekspresi Kardana untuk memvisualisasikan terbukanya ruang-ruang dinamis realitas. Berfokus pada penggalian makna simbolis-psikologis garis dan tekstur, Kardana mengabstraksikan pengamatan dan pengalaman sebentang lanskap tubuh dari luka-luka penggalian itu. personalnya tentang tubuh manusia.

Kepala Bidang Program PKJ – TIM Sri Warso Wahono yang juga kurator seni rupa ketika membuka pemeran di TIM mengemukakan, dalam berkarya kita harus memanjakan pengembaraan ide, kita harus memanjakan dunia pemikiran, kita harus memberi ruang. Karena, seni abstrak merupakan eksplorasi seni rupa dari unsur-unsur tadi.

Yang tidak boleh dilupakan, kita harus berterima kasih pada perkembangan seni abstrak yang boleh dikatakan luar biasa hebatnya. Setiap individu seniman boleh mengembangkan apa yang menjadi daya hidup ekpresinya. Karena, seni abstrak adalah memanjakan simpul – simpul yang terdapat dari kehidupan rohani kita, tetapi sangat berbeda satu sama yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *