‘Menyatukan’ Nusantara dalam Pesta Sastra

Ahmadun Yosi Herfanda
http://www.infoanda.com/Republika

Salah satu keputusan penting dan paling strategis dari International Poetry Gathering dalam Pesta Penyair Nusantara 2008 di Kediri, awal Juli 2008 lalu, adalah diteruskannya iven tersebut sebagai forum tahunan para penyair di Nusantara — Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Filipina.

Keputusan tersebut sangat strategis, karena dapat ‘menyatukan’ para penyair — dan pecinta sastra — se Nusantara dalam semangat bersastra yang sama, yakni membangun peradaban masyarakat yang maju, moderat, adil, demokratis, religius, dan berjati diri, lewat sastra. Continue reading “‘Menyatukan’ Nusantara dalam Pesta Sastra”

Dominasi Puisi Liris

Tito Sianipar
tempo.co.id

Lirisisme dalam sejarah perkembangan puisi Indonesia dinilai mendominasi semua ruang kreativitas, bahkan menghegemoni para penyair. Namun, tidak jarang juga para penyair muda yang keluar dari jalur utama itu dan membentuk tata bahasa sendiri di luar lirisisme.

Penyair Afrizal Malna mengatakan lirisisme bukanlah hal mutlak dalam menciptakan karya puisi. Afrizal, yang terkenal dengan gaya sastra materialisnya, menilai puisi liris telah menjadi imperium dalam dunia kesusastraan Indonesia. Continue reading “Dominasi Puisi Liris”

Seikat Puisi dari Rusia

Andari Karina Anom, Dwi Arjanto
http://majalah.tempointeraktif.com/

Inilah deretan sastrawan Rusia yang menggubah puisi tentang dunia Timur. Tema utamanya soal kehidupan, alam, dan cinta.

NUN di Rusia sana, Nikolai Gumilev menjalin kata tentang negeri yang jauh di matanya. Puisi sang penyair tentang dunia Timur nan eksotis bertebaran dalam buku Images of Nusantara in Russian Literature. Ada The Hippopotamus (After Theophile Gautier), The Childish Ditty, Laos, Kha, Allah’s Child (From a fairy-tale play). Continue reading “Seikat Puisi dari Rusia”

Juru Tafsir kebudayaan Jawa

Aulia A Muhammad
http://layar.suaramerdeka.com/

?Skenario Illahi memang tidak dapat diduga. Tampaknya Tuhan memang menghendaki saya akhirnya berbahagia di tanah Jawa,? aku Romo Zoetmulder pada R Fajri dari Tempo, 8 tahun sebelum kematiannya.

Pengakuan di atas, sesungguhnya lebih mencitrakan betapa rendah hati sosok pemerhati budaya Jawa ini. Padahal, kehadirannya di tanah Jawa lebih membahagiakan penduduk negeri ini. Dialah tokoh yang sepanjang hidupnya suntuk mempelajari bahasa Jawa, dan selama lebih dari 30 tahun berkonsenterasi penuh demi melahirkan kamus lengkap berbahasa Jawa Kuno. Continue reading “Juru Tafsir kebudayaan Jawa”

Bahasa ยป