MENGUAK JENDELA KEPENULISAN DJENAR MAESA AYU

Sutejo
Ponorogo Pos

Djenar Maesa Ayu, adalah sastrawan perempuan mutakhir yang tidak pernah ambil pusing dengan berbagai sebutan. Sebutan yang mengganggu sebagian perempuan itu adalah sastrawangi. Dalam Prosa4, 2004) terungkap bagaimana sisip-sisi proses kreatifnya yang menarik untuk dikritisi sebagai cermin ajar. Beberapa karyanya telah dimuat di beberapa surat kabar dan majalah seperti: Kompas, Media Indonesia, Republika, Lampung Post, Horison, dan Majalah A+. Continue reading “MENGUAK JENDELA KEPENULISAN DJENAR MAESA AYU”

BELAJAR MENULIS DARI EKA KURNIAWAN

Sutejo
Ponorogo Pos

Dalam gagas utama MataBaca, edisi September 2005 (hal. 10-11), salah satu penulis muda produktif dan banyak mengolah cerpen yang berangkat dari obsesi tertentu, rajin membuat catatan perjalanan atau penelitian sederhana. Pengarang ini adalah Eka Kurniawan. Di samping itu dia berpesan kepada kita begini (a) menulislah tentang hal apa saja yang kau ketahui dan (b) naskah yang ditolak dapat kita otak atik lagi, diedit lagi, kemudian dikirimkan ke media yang lain. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI EKA KURNIAWAN”

JILFest, dari Politik sampai Spirit Bersastra

Aries Kurniawan
http://www.republika.co.id/

Sebuah perhelatan sastra berskala international, Jakarta International Literary Festival (JILFest), yang diselenggarakan atas kerja sama antara Komunitas Sastra Indonesia (KSI), Komunitas Cerpen Indonesia, dan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta, digelar di Kota Tua Jakarta, pada 11-14 Desember 2008. Continue reading “JILFest, dari Politik sampai Spirit Bersastra”

Bahasa ยป