Nurel Javissyarqi
(I) Bagian pertama ini pernah dikorankan secara dadakan sekali terbit dalam acara DKL 2007, berjudul Lamongan Menuju Kota Buku dan sedikit ditambahkan. Yang kering-kerontang terbakarlah, yang basah tetap melempem. Oya sebelum jauh maaf, kiranya siratan perbahasaan ini tak nikmat dikunyah, sebab guratan pena saya belumlah teruji media massa. Tapi diri ini tak khawatir, karena keyakinan kata-kata merupakan daya-dinaya yang sanggup menggempur kalimat teratur cepat dilupa. Continue reading “Dari Minder, Keblinger sampai Atos”
