Apresiasi Sastra

Mustafa Ismail *
Koran Tempo, 06 Sep 2014

Muhibah sastra ke beberapa sekolah di Aceh baru-baru ini memberi gambaran miris bagi saya. Ternyata tidak banyak siswa yang mengenal sastrawan Indonesia. Hanya sedikit yang mengenal Taufik Ismail, Sutardji Calzoum Bahri, Hamid Jabbar, Sitor Situmorang, KH Mustofa Bisri, dan lain-lain. Apalagi nama-nama yang lebih muda dan belum tercatat dalam buku ajar sekolah. Continue reading “Apresiasi Sastra”

Penelantaran Warisan Jassin

Bandung Mawardi *
Koran Tempo, 02 Juni 2017

Hari-hari menjelang peringatan 100 tahun H.B. Jassin (3 Juli 1917–3 Juli 2017), kita masih bersedih atas nasib sial warisan sang kritikus sastra berupa Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin. Warisan itu telantar saat pemerintah, perusahaan, dan komunitas sedang gencar mengadakan aksi literasi dengan mendirikan taman baca atau perpustakaan. Continue reading “Penelantaran Warisan Jassin”

Kritik Sastra dalam Peristiwa Kebudayaan

Asef Saeful Anwar *
Kompas, 11 Okt 2015

Dalam pengantarnya di buku The Function of Criticism, Eagleton (1996: iii) menyatakan bahwa kritik sastra dewasa ini tidak memiliki fungsi sosial yang substantif. Bagi Eagleton, kritik sastra hanya menjadi bagian dari cabang pemasaran industri buku atau seluruhnya bersifat internal dalam lingkungan perguruan tinggi. Apa yang diungkapkan Eagleton hampir dua dekade lalu itu terjadi di Indonesia pada masa sekarang. Continue reading “Kritik Sastra dalam Peristiwa Kebudayaan”

Bahasa »