Inspirasi Menulis Dua Petani Pengarang

Much. Khoiri *

SIAPA bilang petani tidak bisa menulis? Siapa bilang petani hanya masyarakat pinggiran yang telah lama dipinggirkan dan yang kehilangan suara ekspresinya? Tak sedikit orang yang mematahkan stigma semacam itu—bahkan menguatkan temuan bahwa menulis itu bukan urusan profesi (alias lintas batas profesi). Berikut ini saya hadirkan dua dari para petani pengarang di negeri ini, yakni Agus R. Subagyo dan Salman S Yoga. Continue reading “Inspirasi Menulis Dua Petani Pengarang”

Dipanggil Kiai Sutara

Moh. Husen
Radar Banyuwangi, 4 April 2018

“Baca Qur’an jangan “eker-ekeran” (bertengkar). Kalau baca kitab, jangan ketatap-tatap! Nanti malah kepalamu yang saya tatapkan tembok!” ujar Kiai Sutara.

“Ampun, Kiai.”

“Kitab itu bermakna buku atau teks yang terhimpun. Bukan belaka teks. Membaca itu perintah Tuhan. “Iqra'”: bacalah! Berdhamir tunggal, bermakna dengan diri, masing-masing diri. Bukan belaka membaca teks.” Continue reading “Dipanggil Kiai Sutara”

Budi Darma : Penulis Muda Harus Lebih Agresif!

Akhlis Purnomo

BUDI DARMA memiliki pesan besar bagi para penulis masa kini seperti Anda semua:Jadilah lebih agresif! Malam itu di panggung seremoni penutupan Asean Literary Festival 2016 lalu, pria asal Rembang yang kini berdomisili di Surabaya ini berwejangan pada kami para hadirin bahwa penulis muda jangan sampai mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama dengannya. Continue reading “Budi Darma : Penulis Muda Harus Lebih Agresif!”

Bahasa »