Setelah kedua bukunya yang gemilang “Dan Badut Pun Pasti Berlalu” (2016) dan “Serat Kiai Sutara” (2017), Taufiq Wr. Hidayat kembali melahirkan buku terbarunya “Kitab Iblis” (2018). Buku “Kitab Iblis” ini lebih menarik, karena membicarakan iblis. Continue reading “NARASI IBLIS”
Para Pemuda Banyuwangi Mengkampanyekan Sastra Pedesaan
Penulis: Widie Nurmahmudy
Editor: Mas Garendi
jatimplus.id
Sempat dikira sinting. Tidak ada angin, hujan dan pemberitahuan, sejumlah muda mudi tiba tiba berteriak. Di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, mereka melepaskan ekspresi. Mendeklamasikan bait puisi.
Suara yang terdengar berubah ubah. Terkadang pilu menyayat. Terkadang meraung, menggeram, melengking tinggi serupa binatang kesakitan yang diburu. Ada kalanya berteriak lantang berwibawa, ditingkah gelak tawa. Tidak sedikit yang mengernyitkan dahi. Banyak pengunjung RTH Blambangan yang kurang mengerti. Continue reading “Para Pemuda Banyuwangi Mengkampanyekan Sastra Pedesaan”
Risalah 7 Bukit, Cara Kota Seger Memaknai Alam
Khanif
gresiknews.co
“Yang depan duduk. Yang depan duduk” bisik penonton pementasan teater berjudul Risalah 7 Bukit, kepada orang di depannya. Continue reading “Risalah 7 Bukit, Cara Kota Seger Memaknai Alam”
Menulis Untuk Apa Saja; Belajar dari Aguk Irawan MN
Ternyata, menulis bisa digunakan untuk apa saja. Saat hadir di Majelis Halaqah Quraniyah Akbar di Asrama Hidayatul Quran PP Darul Ulum Rejoso, Sabtu (21/10), sastrawan Dr Aguk Irawan MN menjelaskan alasannya pertama kali menulis. “Saya menulis untuk membaca,” paparnya. Continue reading “Menulis Untuk Apa Saja; Belajar dari Aguk Irawan MN”
Gerak Sastra Tuban Kini dan Masa Depan
Joyo Juwoto
Berbicara mengenai sastra Tuban seperti berbicara pada angin yang berhembus, berdialog dengan diri sendiri atau seperti bertanya pada rumput yang bergoyang, hanya simbol dan pralambang-pralambang yang mungkin bisa kita dapati jika kita memaksa untuk terus bertanya dan menelusuri tentang geliat sastra Tuban. Continue reading “Gerak Sastra Tuban Kini dan Masa Depan”


