Tag Archives: Caping

Tlön

Goenawan Muhamad
http://www.tempointeraktif.com/

Barangkali Tlön adalah sebuah tempat, yang pernah ada atau tidak pernah ada. Pengarang Argentina termasyhur itu, Jorge Luis Borges, bercerita bahwa pada suatu hari ia menemukan sebuah buku dalam bahasa Inggris. Tebalnya 1001 halaman, berjudul A First Encyclopaedia of Tlön. Volume XI. Hlaer to Jangr. Tidak ada petunjuk tahun dan tempat penerbitan.

Musuh

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

Mayoritas dengan mudah menang, tapi dengan mudah pula membeku, dan kemudian mencekik. “Musuh paling berbahaya bagi kebenaran dan kebebasan,” kata Dr. Stockman dalam Musuh Masyarakat, “adalah mayoritas yang kompak.”

Arkoun

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

Ada sebuah cerita orang Yahudi tentang dua rabbi piawai yang berdebat. Yang diperdebatkan adalah dua buah naskah yang ditulis oleh Musa bin Maimon (yang dalam kepustakaan Barat disebut Maimonides), ahli filsafat yang hidup delapan abad yang lampau. Kedua rabbi itu, masing-masing pakar utama telaah karya-karya Maimonides, mempersoalkan tidak cocoknya sebuah teks dengan teks yang lainnya.

Surat kepada Seorang Teman yang Mencemooh Indonesia

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

Indonesia tak akan pernah lahir baru dalam satu kuartal. Jika Bung berpikir bahwa sebuah perubahan yang besar akan terjadi dalam waktu 100 hari, inilah yang harus saya bisikkan kepada Bung: angka “100” di sini mirip dengan “1001 malam” atau “langit ketujuh”: bilangan yang lebih bersifat retoris ketimbang matematis. Kita tak dapat menggunakannya sebagai mistar pengukur. Kita hanya dapat memperlakukannya sebagai pembangkit imajinasi.

Titorelli

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

PADA usia ke-30, seorang kerani bank ditahan oleh dua petugas. Namanya Joseph K. Dengan itulah novel Kafka yang termasyhur itu bermula: sebuah cerita yang dikisahkan dengan cara datar tentang sesuatu yang sebenarnya tak datar, sesuatu yang gila, merisaukan, tapi pada saat yang sama terdengar benar. Der Prozess (“Proses”) adalah sebuah dongeng tentang sebuah situasi yang berlubang menjurang di mana keadilan dibicarakan tapi tak pernah hadir.