K e c i n g

Asep Yayat
http://www.suarakarya-online.com/

Ponselku mengalunkan nada panggil. Sebuah nomor asing terpampang di layar ponsel itu.
“Halo …” sapaku.
“Bonel?” suara perempuan langsung menyergah. Nadanya sengak.
“Ya, betul. Maaf, saya bicara dengan siapa?”
“Dengan Monik! Masih ingat?”
“Monik?”
“Ya, Monik. Sudah pikunkah kamu?”
“Monik … Monik teman di SMA?”
“Iya!”
“Benarkah?” Continue reading “K e c i n g”

Puntung Rokok Buntung *

Gandis Uka

Bulan pecah di dada Martono, Hari-hari Martono yang tidak jelas semakin suram, kesuraman itu ia rasakan bagai diskotik yang selalu lolos dari obraan Satpol PP, dalam kenikmatan itu ia isi dengan mabuk-mabukan, musik-musik koplo dan tentu saja ia mengundang Sumi sebagai bintang penari ‘Strip’ yang sensasional, jika sudah demikian ia akan tertawa bahagia bagai raja penguasa padang sahara. Tidak ada orang lain dalam diskotik itu kecuali Martono dan Sumi. Continue reading “Puntung Rokok Buntung *”

Gemerincing Malam

Han Gagas
Kedaulatan Rakyat, 24 Juli 2011

Pada peristiwa itu, mulanya aku sungguh tak percaya. Malam turun bersama rintik hujan yang membawa angin basah. Hawa dingin tak biasanya merajam tulang. Rasanya, sebenarnya, telingaku tak cukup mendengar, suara gemerincing pasukan berderap menembus malam. Tapi, akhirnya kepalaku disudutkan untuk menerimanya sebagai sebuah kenyataan. Karenanya, dengan akal sehat aku berani menyiarkan peristiwa itu sekarang ini. Continue reading “Gemerincing Malam”

B a p a k

Benny Benke
suarakarya-online.com

“If they ever tell my story, let them say I walked with giants. Men rise and fall like the winter wheat, but these names will never die. Let them say I lived in the time of Hector, tamer of horses. Let them say I lived in the time of Achilles.” (Odysseus)

BAPAKKU bukan Achilles yang nyaris tak terkalahkan. Yang dengan gemilang menyungkurkan pangeran Hector yang membela kehormatan kerajaan Troya, hanya gara-gara Paris, adik terkasihnya, mencuri Helen dari Sparta. Continue reading “B a p a k”

Beginilah Buah Khuldi Itu Jatuh

Benny Arnas *
suarakarya-online.com

Khidmatilah cerita ini seperti engkau menggunting daun pandan yang tak mampu dianyam menjadi setangkai ingatan. Bacalah cerita ini seperti engkau menyeruput kopi dalam cangkir yang tak ikut serta dibeli. Bacalah cerita ini seperti engkau melumat setiap lelaki seolah tak peduli bahwa; di taman merah lavender, Hawa juga turut serta memakan buah khuldi …. Bacalah! Continue reading “Beginilah Buah Khuldi Itu Jatuh”

Bahasa »