Saut Poltak Tambunan
http://www.suarakarya-online.com/
“Jangan ngebut, Gus! Aku takut!” Ratih ketakutan ketika Bagus menambah kecepatan, pelukannya makin erat.
“Ha ha ha, aku suka ini!” Bagus tertawa ngakak lalu terputus karena Ratih mencubit pinggangnya.
“Aku nggak mau mati konyol, Gus! Aku serius!” “Sorry, sorry, Mbak.”
“Nih, aku peluk biar kau senang, tapi nggak usah ngebut,” Ratih memeluk lebih erat dari belakang. Continue reading “Perempuan dan Matahari”
