Belati

Noval Jubbek

“kalau kau hendak bertandang, bawalah belati yang kau janjikan pada hari kamis atau ahir pekan”

mungkin, tak ada yang pernah tahu seperti apa pemburuan yang terjadi dalam lingkaran dingin seperti ini. termasuk aku yang selalu saja membiarkan rasa pasrah itu berlari lebih dulu, mendahului apa saja. tangan yang tak sampai satu meter, kaki yang mulai kaku dan mata yang memandang tak lebih dari ujung marka. Continue reading “Belati”

Setelah Tujuh Tahun

Nadjib Kartapati Z.
http://www.suarakarya-online.com/

Hari telah hampir siang ketika aku turun di Stasiun Poncol Semarang. Aku mempercepat langkah, menerombol di antara para penumpang kereta ekonomi. Langkahku terhenti saat kudengar berita pembunuhan atas seorang bekas penjahat besar di Pemalang. Sejenak aku pandangi pesawat televisi yang berada di lobi stasiun. Continue reading “Setelah Tujuh Tahun”

Sepenggal Cinta

Tarpin A. Nasri
http://www.lampungpost.com/

DYAH Nareswari Pramodya Wardhani adalah adik kelasku ketika kami sama-sama di SMP. Tapi aku tidak terlalu akrab dengan Dhani. Aku hanya tahu dan kenal Dhani. Tak lebih dan tak kurang. Maklum selain Dhani itu paling manis dan tercantik di sekolah kami, Dhani juga anak orang paling tajir di kecamatan kami. Meski cuma untuk cinta monyet, hanya siswa yang sepadan sajalah yang sepatutnya dekat dengan Dhani. Continue reading “Sepenggal Cinta”

Ontohod

Asep Yayat
http://www.suarakarya-online.com/

Setelah cukup lama ditunggu, bus kota itu akhirnya muncul juga. Seolah terengah di tengah riuh lalu-lintas yang terik dipanggang matahari, bus menepi dan kemudian berhenti di depan halte. Saya lihat, bus tak dijejali penumpang seperti saat jam berangkat ataupun bubar kantor. Continue reading “Ontohod”

Bahasa »