Aba Mardjani
http://www.suarakarya-online.com/
Untuk kesekian kalinya ibu menceramahiku begitu dia menangkap kesan aku bekerja setengah hati. Seperti biasa, dengan wajah tanpa gurat emosi sedikit pun. Dalam kesal pun ibu selalu bisa menjaga suaranya seperti ombak tanpa debur.
“Bekerja itu yang ikhlas, Dido,” kata Ibu sambil terus mengawasiku merapikan segerobak pasir yang berserakan di samping rumah. “Keikhlasan membuat hati dan dadamu lapang. Tanpa sekat. Kamu tak perlu bekerja dan menyelesaikan tugasmu kalau kamu memang tak mau. Ibumu masih sehat. Masih bisa mengerjakannya sendiri.” Continue reading “Kucing”
