M.D. Atmaja
Seringkali aku berpikir, kapan malam-malamku akan kembali seperti dahulu. Dipenuhi hening dalam wening yang membuatku mampu melupakan segala yang busuk untuk mengenang segala yang manis. Sungguh aku merindukannya, dalam udara yang dingin aku duduk termangu menemui diri yang tetap tegak berdiri. Nikmat. Sangat nikmat melebihi perjamuan percintaan semu yang menusuk di akhirnya. Continue reading “Perjamuan Semu Rindu”
