Remo

Sabrank Suparno *

Winarsih berubah menjadi laki-laki, benar-benar berubah. Ia tampan, gagah, tanggap, cekatan, mengesankan. Busananya pun mentereng, dengan pernik warna-warni elegan, ditambah udeng kepala yang terselip lipatan berujung lancip ke atas, betapa ia seorang ksatria wibawa di medan laga yang kesaktiannya melindungi rakyat jelata. Bahkan lebih cocok jika namanya diganti Joko Galing, Joko Sambang, atau Joko Sembung, sebab gelagat, paras, naluri, kekuatannya tak selembek wanita lagi. Continue reading “Remo”

Cinta Siti Nurbaya

Y. Thendra BP *

HATTA, tersebutlah Datuk Maringgih pengusaha kaya dari Jakarta pulang kampung. Doi pulang dari rantau bukan tersebab rindu ingin melihat rumah gadangnya yang sudah hampir roboh dan pandam pakuburan kaumnya yang sudah bersemak. Tapi doi ingin bertemu dan melamar Siti Nurbaya.

Sejak melihat Siti Nurbaya jadi peran utama di Sinetron Cinta Siti, Datuk Maringgih jatuh hati. Mabuk kepayang. Sampai-sampai Datuk Maringgih acap kali mabuk beneran di tempat dugem hingga jackpot dan meracau, “Siti, ai lop yu, beib…” Continue reading “Cinta Siti Nurbaya”

PENG…NGE…CUUT.!!!

M.D. Atmaja

Aku pernah melalui satu perjalanan bersama dengan seorang kawan yang begitu aku percayai menggenggam kehidupanku untuk berada di tangannya. Tapi dasar aku, mungkin terlalu bodoh, teramat gobloknya karena telah menyerahkan kehidupan merdeka yang pernah aku perjuangkan sekuat tenaga pada dirinya. Memang aku yang tolol, tidak perlu menyalahkan dirinya. Ia pun, memang sudah sewajarnya untuk mendapatkan kemerdekaannya sendiri. Meskipun, itu dengan penghianatan. Dengan pembunuhan. Ah, terserah saja dia. Continue reading “PENG…NGE…CUUT.!!!”

Cengkih Aroma Rindu

Muhammad Amin
Berita Pagi, 10 April 2011

Lalu kami pun berjalan mengikuti undakan bukit. Dan tampak di hadapan kami bentangan yang luas, sebuah teluk tersambung samudra dan selat Sunda. Juga pelabuhan-pelabuhan yang terbengkalai. Di sanalah kapal-kapal bangsa eropa pernah merapat. Di sebuah kurun waktu, yang tahunnya tak pernah kami catat dalam kepala. Pelabuhan yang diempas waktu hingga berkarat. Continue reading “Cengkih Aroma Rindu”

Award NgeSeks

M.D. Atmaja

Pagi ini matahari cerah tidak seperti dua hari berturut sebelumnya. Hangat menerobos tirai, namun udara tetap begitu dingin membuatku terus mendekap lutut mencapai kehangatan. Di langit, menggantung derum mesin pesawat yang seolah hanya memutar-mutar, seperti tawon raksasa. Terus menggantung, merecoki kicau burung yang jelas lebih bermanfaat untuk jiwaku.Percakapan semalam, dengan kawan lama masih juga terasa sisanya. Kental. Continue reading “Award NgeSeks”

Bahasa »