Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/
Di atas pesawat yang terbang dari Bandara Sukarno-Hatta menuju Manado, tidak ada yang unik. Rasanya biasa-biasa saja. Sebelum transit sebentar di Makassar, penumpang diberi aqua gelas plastik dan sepotong lemper lebih besar sedikit dari ibu jari. Akan tetapi yang menarik adalah tetangga dudukku. Di sebelah kananku jendela dan di sebelah kiriku seorang wanita muda yang memperkenalkan dirinya sebagai dokter gigi. Ah, gigi lagi, gigi lagi, aku benci gigiku, gigiku pernah diperkosa habis-habisan oleh perempuan dokter seperti yang duduk di sebelah kiriku. Continue reading “Berlayar ke Miangas”
