Pecundang

Remmy Novaris DM
sinarharapan.co.id

Isu PHK semakin ramai di pabrik dalam beberapa minggu terakhir ini. Isu itu tentu saja membuat semua karyawan yang bekerja di pabrik itu kehilangan semangat bekerja. Mereka hanya duduk-duduk ngobrol atau bermain kartu. Mereka seolah-olah tidak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan.

Dan Tarno, salah seorang karyawan yang bekerja di bagian teknik, mengalami hal yang sama seperti karyawan lainnya. Tapi ia kemudian berpikir, bahwa ia tidak dapat terus menerus seperti itu, karena ia punya tanggung jawab keluarga. Ia tentu saja tidak ingin istri dan anak-anaknya terlantar. Continue reading “Pecundang”

Malam Minggu

K. Usman
http://www.sinarharapan.co.id/

Ketika senja secara perlahan menghitam karena digantikan kelam malam, jantungku berdebar kencang. Perasaanku mendadak tidak enak. Tidak nyaman seperti malam-malam sebelumnya. Ketika mendekati komputer untuk menyelesaikan pekerjaan, tanganku gemetar. Ada rasa was-was saat teringat pada istri dan keempat anakku. Mereka sudah enam hari meninggalkan aku, mengunjungi ibuku di kota tambang minyak, Prabumulih, tempatku dibesarkan. Aku terpaksa tinggal di Jakarta karena tidak dapat meninggalkan tugas. Continue reading “Malam Minggu”

Cemburu

Denny Mizhar

Sejak kepergianku ke rumahmu, Tuhan menjadi cemburu padaku. Berkali-kali mengirim pesan singkat. Tetapi keasyikan dengan dunia baru sejak bertemu denganmu membuatku lupa membalas pesan singkatNya. Aku mengabaikannya bahkan melupakannya. Entah kelalaian atau kesengajaan, batasnya tidak jelas?nampak absurd. Berhari-hari aku membongkar seisi rumahmu mencari apa yang ada di dalamnya semakin menyenangkan. Sebab bagiku adalah dunia baru yang aku masuki. Asing memang, tetapi bukan membuatku beranjak. Continue reading “Cemburu”

Rian

Sabrank Suparno

Klak, klak, klak. Denting jam di tembok lembab itu kian berdengung di telingaku. Berbeda dengan malam malam sebelumnya, setiap detak jam kini bergema yang gaungnya terngiang merasuk ke sumsum tulangku. Dadaku sesak. Nafasku tersengal. Tubuhku gemetar. Ketegaranku runtuh. Kekuatanku lunglai. Keteguhanku roboh. Nyali-nyaliku raib. Continue reading “Rian”

Berangkat ke Masa Lalu

Lidia Mayangsari
suarakarya-online.com

Kamu mau kemana? Pergi ke masa kecil. Mau ikut? Aku akan mengantarkan lukisan untuk teman. Lalu berangkat. Nenek yang cantik itu ikut bangun. Tapi tidak pergi ke mana-mana. Ia hanya melirik, memperhatikan lukisanku sebentar. Berangkat, berjalan-jalan ke masa lalu. Sebenarnya waktu itu aku sudah besar. Umurku sembilan jalan sepuluh. Hampir naik kelas empat. Nina tujuh tahun. Rambutnya bagus. Pipinya bulat. Badannya empuk dan wangi. Ia pendiam. Tapi senyumnya bisa meruntuhkan dunia. Ia cantik. Sangat amat cantik sekali. Continue reading “Berangkat ke Masa Lalu”

Bahasa ยป