Mimpi sang Raja

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Sang Raja terbangun dari mimpinya yang lucu: tujuh ekor ikan teri memakan tujuh ekor ikan paus, dan tujuh orang anak kecil masing-masing memakan gunung, memakan hutan belantara, memakan danau, memakan tanah, memakan jalan dan jembatan, memakan gedung-gedung bertingkat tempat bercokolnya bank besar, dan memakan kertas-kertas bergambar George Washington. Continue reading “Mimpi sang Raja”

Gandrung

Lan Fang *
jawapos.co.id

APAKAH kau pernah melihat bulan bulat dengan kilap mentega? Itu hanya terjadi setahun sekali. Ketika itu pekat akan menyingkir dari semesta galaksi. Langit bersih seperti baru dicuci oleh hujan. Gelembung-gelembung harum alam merintik dari segenap pori-pori awan.

Konon, dahulu, pada saat bulan bulat sekilap mentega, orang-orang Cina berkumpul di halaman rumah mencecap kue manis berisi biji lotus, kacang hijau, dan gula merah yang manis. Mereka bercengkerama memandang bulan purnama ditemani teh sepat sampai lewat malam. Continue reading “Gandrung”

NYELAMA SAKAI

Amien Wangsitalaja

Petikan sampe mulai mendenting-denting. Kanjet nyelama sakai dimulailah sudah. Dan kembali aku menyukai lagi keberadaanku di sini. Tarian itu menyambutku lagi. Dan seperti dulu, aku selalu akan menunggu dengan hati berdenyar datangnya kanjet manyam tali, karena tarian itu memiliki kekuatan tertentu untuk mengaduk-aduk rasa, seolah melemparkan tali pengikat kepadaku untuk aku selalu berada di bawah pengaruh gendamnya sehingga tak bisa keluar dari mencintai tempat ini. Continue reading “NYELAMA SAKAI”

Kereta Hantu

Sayuri Yosiana *
kompas.com

Aku terkantuk-kantuk disudut bangku stasiun tua. Disebuah kota kecil yang kuno. Kota lama di perbatasan ibukota. Senyumku lama menghilang. Betapa tidak? Nyaris dua jam aku menanti kereta terakhir tiba. Lelah setelah seharian membantu keluarga sahabatku yang mengadakan pesta tunangan dengan kekasihnya. Berkali-kali mataku melirik jam tangan. Continue reading “Kereta Hantu”

Bangunan Itu Menelan Ibu dan Bulanku

Han Gagas
http://suaramerdeka.com/

AKU begitu suka melihat bulan. Entah kenapa. Mungkin karena bulan adalah benda yang kali pertama kulihat. Dulu.

Setiap bayi ketika mampu melihat dunia selalu dijemur di bawah matahari. Memang aku mengalami itu tapi tak cuma begitu. Ayahku -yang merupakan satu-satunya orang tua-membawa mataku pada rembulan dan kecerahan malam dengan bintang-gemintang. Tentu saja dengan balutan kain berlipat-lipat yang membungkus tubuh. Continue reading “Bangunan Itu Menelan Ibu dan Bulanku”

Bahasa ยป