Perempuan Panggilan

Evi Idawati
http://www.suarakarya-online.com/

Malam menusuk. Sunyi menggelayut. Titik cahaya dari gurun awan memanggil, mendesah dan menggigil. Mendengar suara dari hati yang menekuk lidah. Yang selalu berdetak dengan satu kata. Air yang mengalir dari ujung mata, persembahan bagi kedamaian dan gairah untuk mencintainya. Seperti rasa nyaman perempuan dalam pelukan suami setelah bisa rindu menggigit tulangnya. Seakan bayi yang lelap dalam buaian bunda. Perasaan itulah yang selalu membuatku berputar dan berputar. Aku terbang! Membelah langit! Menyusur malam! Membelai bulan! Baca selengkapnya “Perempuan Panggilan”

Kucing Keempat

Faisal Syahreza
http://www.lampungpost.com/

“AKU mempunyai sebuah impian untuk kota ini. Impian sederhana tentang sebuah rumah bagi seluruh kucing yang ada.” Lirih hatinya.

Anak itu pun berteduh di bawah atap bangunan pertokoan. Sementara jalanan masih mengambang dengan rintik hujan. Setiap hari memang tak menentu di kota, siang panas untuk kemudian sorenya diguyur hujan. Gerimis berlapis-lapis mengepung jalanan. Orang-orang tampak kedinginan, bersembunyi memelukan badannya sendiri. Suara mulai redam memasuki liris hujan. Baca selengkapnya “Kucing Keempat”

Bait–Bait Hujan

Pringadi AS
http://oase.kompas.com/

Kamu seperti hujan. Yang datang menghapus bau-bau kematian, di hatiku yang telah gersang oleh kemarau. Padahal kamu pernah menciptakan mendung, di awan awan yang putih, di hamparan langit yang biru. Tapi secepatnya aku lupa. Sebab kamu segera menggantinya dengan hujan. Yang merontokkan segenap kerinduan. Baca selengkapnya “Bait–Bait Hujan”