Sesungguhnya Saya Sedang Kasmaran

Benny Arnas *
suarakarya-online.com

Beruntunglah orang-orang yang akan menikah bakda lebaran! Mungkin lebih tepatnya kukatakan, beruntunglah orang-orang yang akan menikah bakda Ramadhan! Mereka akan menikah setelah melalui satu bulan penuh cabaran. Menahan hawa nafsu.

Mereka harus belajar tak makan-minum seharian. Memaknai bahwa rumahtangga sejatinya bangunan kerontang. Ia bukanlah supermarket yang bernama kebahagiaan. Continue reading “Sesungguhnya Saya Sedang Kasmaran”

GADIS YANG MENIKAM MIMPI

Siti Sa’adah
Bulletin Hiesteria

Kini perjalananku kepadamu begitu jauh. Belum pula pasti sampai. Hatiku berontak : ini tak ada guna! Tapi nafsu bisikkan mau yang tak peduli keberadaanku. Tertegun di ambang. Kekuatanku meriang. Berjuang aku luruskan arah yang acap kali berbelok semuanya. Peluh hanya nista merembes dari sakitku saat kau bungkam saja. Aku tak ingin lama bergayut pada mimpi yang enggan nyata. Continue reading “GADIS YANG MENIKAM MIMPI”

Teh Buatan Siti

Faradina Izdhihary
http://www.suarakarya-online.com/

Pardjo mendengus kesal melihat tekonya masih penuh. Matanya memerah menahan amarah dan tangis. Tak ada satu pun anak-anak dan para jamaah masjid itu yang menyentuh teh manis buatan istrinya.

“Allah tidak adil. Allah hanya menyediakan surga bagi orang-orang kaya,” gerutunya sambil mengambil kembali tekonya. Dengan wajah muram ia bergegas pulang ke rumah. Continue reading “Teh Buatan Siti”

Sepekan Jelang Lebaran

Isbedy Stiawan Z.S. *
suarakarya-online.com

IJAH yakin kalau Mas Parman akan pulang sepekan menjelang lebaran, seperti dia tulis dalam suratnya dua pekan lalu. Dia makin optimis tatkala suaminya menelepon lima hari lalu. Setengah berlari Ijah menuju rumah tetangganya yang memiliki pesawat telepon, karena lakinya menelepon ke pesawat itu.

“Kamu sehat-sehat kan? Si Gembul juga sehat, mana dia?” ujar Parman begitu telinga Ijah menempel di gagang telepon. Gembul adalah panggilan Parman buat anak kedua, yang sementara sebagai bungsu.
“Sehat, mas. Continue reading “Sepekan Jelang Lebaran”

Kepalanya Tertinggal di Kolong Kursi

Beni Setia
http://www.lampungpost.com/

PADA bus kota jurusan Perak, kata orang, lelaki itu masih sering muncul. Naik dari Terminal Purabaya, duduk di kursi untuk dua orang pada deret kedua dari depan, d sejak bus kota itu-bernomor L-2341-S-kembalikan polisi, sebagai barang bukti kejahatan, tapi tak ada yang berani mengoperasionalkannya karena dianggap sial-akan dijauhi penumpang. Sampai sopir, kondektur, dan kernet asli, yang tak kebagian bus lain, dipaksa keadaan untuk mengoperasionalkananya. Continue reading “Kepalanya Tertinggal di Kolong Kursi”

Bahasa ยป