Di Atas Bukit Di Bawah Langit

M.D. Atmaja

Anak manusia, lelaki, tapi dasar dia adalah seorang Lelaki Pendosa. Dia memang lelaki, namun tubuhnya tidak sekuat jiwanya dalam menempuhi hari. Lelaki kurus yang diberati timbangan dosa. Sepertinya dia tidak pernah perduli akan itu. Dia terus mengembara, menempuhi perjalanan yang terasa semakin semakin memukau semenjak kedatangan Perempuan Pendoa di dalam langkah perjalanan sunyi. Kakinya berkelana, tangannya yang lentik bermain kata menyeret seorang perempuan yang telah memenjara jiwanya. Perjalanan Lelaki Pendosa harus ada Perempuan Pendoa di sana, sebab jiwa sang lelaki telah terlumpuhkan begitu saja. Terlumpuhkan tanpa peperangan. Menyerah tanpa pemberontakan. Continue reading “Di Atas Bukit Di Bawah Langit”

Pamungkas Asmara

Sunlie Thomas Alexander
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

Nujum Iblis Buta

?…AKU tak akan mati selama dosa dan kejahatan masih ada di dunia ini. Aku telah bersumpah demi arwah nenek moyangku, untuk membunuhmu lalu menghisap darahmu!?

Begitulah nujummu jatuh atas diri sendiri, Iblis Buta! Continue reading “Pamungkas Asmara”

Surat Terakhir di Almari

Denny Mizhar

Semalaman Ia tak pulang ke rumah. Tidak biasanya menginap di luar. Biasanya pamit dan memberi tahu jika ada kepentingan di luar rumah? bila tak pulang. Anaknya juga bertanya ke mana Bapaknya tak kelihatan seharian. Sebab ketika Ia tak pulang, tidak lupa menelpon anaknya, sekedar tanya kabar dan menanyakan sudah makan atau belum. Aku semakin khawatir saja, apalagi tadi sore ada telphon misterius, menanyakan suamiku di mana, aku tanya siapa namanya tidak menjawab. Semakin ngotot saja, padahal sudah aku bilang Ia tidak di rumah. Di akhir telphonnya dia mengunakan ancaman. Continue reading “Surat Terakhir di Almari”

Perempuan Hajar

Abidah El Khalieqy
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

SEMINGGU belakangan, Putri Angin benar benar bingung. Mau merampungkan kuliah S3 atau balik cepat cepat ke kampung halaman. Sisa uang tinggal cukup untuk hidup seminggu dan bayar tiket pulang. Tak ada pihak mana pun yang bakal menjamin keuangan dan nasib hidup selanjutnya. Tak ortu tak juga sebuah founding di mana pun. Ia benar benar terdesak untuk segera memilih, jadi gelandangan di negeri orang atau pulang kampung dinikahkan dengan laki-laki bukan pilihan. Continue reading “Perempuan Hajar”

Tangga Cahaya…

Yanusa Nugroho *
jawapos.co.id

DI mataku, bumi dan langit dihubungkan dengan begitu banyak tangga. Hanya tangga, terbuat dari -entah apa bahannya– namun, sesuai dengan pengetahuanku, rasanya, mirip cahaya. Ya, cahaya. Agar mudah otakmu menerima gambaran yang kuberikan, maka, mungkin aku menyebutnya seperti cahaya neon (meskipun, menurutku, itu masih jauh dari apa yang kusaksikan ini). Continue reading “Tangga Cahaya…”

Bahasa ยป