Dua Peti Mati

Adji Subela
http://www.sinarharapan.co.id/

Suara John, teman baikku, demikian bergetar ketika bertelepon kepadaku:
?Bung, Papaku meninggal tadi malam.?
?Terjadi juga beliau meninggal?? tanyaku. Tetapi aku lalu tersadar, bahwa itu sebuah pertanyaan yang benar-benar kurang ajar, tapi alasanku sangatlah kuat. Masalahnya, Papa John selama ini menderita sakit yang tak kunjung sembuh, dan tergolek di sebuah ruang perawatan sebuah rumah sakit sedemikian lamanya, sampai anak-anaknya sudah berputus-asa. Continue reading “Dua Peti Mati”

HAMID

Yeanny Suryadi
http://www.sinarharapan.co.id/

Pisau itu diberikan oleh Ginting kepadanya, katanya untuk jaga-jaga. Dia dan lelaki itu belakangan ini semakin dekat , sampai akhirnya waktu Ginting bilang dia harus pergi, lelaki dengan sekujur tubuh dipenuhi oleh tato itu kemudian menyerahkan padanya sebilah pisau, tanpa banyak bicara. Lalu kata orang, Ginting lari karena dikejar-kejar polisi. Continue reading “HAMID”

Tamasya ke Museum Kata-kata

Damhuri Muhammad
http://www.sinarharapan.co.id/

(1)
Huruf-huruf bergelantungan di ranting-ranting pohon Akasia taman kota. Bergelayutan di rentang panjang kabel listrik yang bersilang pintang. Bergeloncatan di dinding-dinding gedung jangkung. Di jembatan penyeberangan, di halte pemberhentian Bus Way, gerbang tol, dan ruas-ruas jalan protokol. Para pengemudi panik alang kepalang karena kendaraan mereka terjebak dalam kerumunan huruf-huruf yang berseliweran. Bermunculan dari arah depan, belakang, sisi kiri, sisi kanan, bahkan dari delapan arah mata angin. Continue reading “Tamasya ke Museum Kata-kata”

Tuhan, Beri Aku Hudan!

Maya Wulan
http://www.sinarharapan.co.id/

/1/
Malam itu Anne tampak sangat terburu-buru. Dimasukkannya semua barang miliknya yang selama ini menjadi sahabat setianya sehari-hari. Mulai dari perlengkapan make-up, baju-baju seksi, sampai kondom impor yang tersisa.
?Kau mau pergi?? tanya seorang temannya.
Ya, aku akan pergi. Sahut Anne dalam hati. Aku sudah memutuskannya, dan tidak ada lagi yang bisa menghalangi niatku untuk meninggalkan tempat terkutuk ini. Semua akan berakhir sejak malam ini, saat aku melangkahkan kaki keluar. Tidak ada lagi menoleh ke belakang, atau sekedar mendengarkan panggilan teman-teman lama. Aku mau pergi, untuk selamanya. Continue reading “Tuhan, Beri Aku Hudan!”

Ababil

Andriansyah
http://www.sinarharapan.co.id/

Kota kami adalah kota yang tak pernah sepi dari hingar-bingar dentuman bom, desing peluru. Lemparan granat yang terkadang berbarengan dengan lemparan batu pemuda-pemuda di kota ini. Ya, itulah kota kami. Kota yang tak pernah sepi dari kepulan asap dan puing-puing bangunan yang runtuh. Kota yang makin tak peduli lagi berapa banyak nyawa yang meregang di antara reruntuhan gedung yang hancur, pasar yang mengepul terbakar, anak-anak kecil korban salah sasaran. Semua itu telah menjadi pemandangan yang biasa, malah terkesan tak biasa jika satu hari saja sebuah bom tak jatuh di sini. Orang-orang sudah makin terbiasa dengan keadaan ini. Continue reading “Ababil”

Bahasa ยป