Valentine

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Ami heboh membongkar-bongkar almari. Dia mencari baju yang berwarna pink. Setidak-tidaknya yang bernuansa pink. Ada pesta Valentine di kampus. Warna itu menjadi tiket masuk. Warna lain akan ditolak. Kecuali mau beli kaus oblong dari panitia yang berwarna pink. Tapi harganya selangit.

?Buat apa beli kaus oblong 200 ribu, kan pakainya juga hanya sekali,?kata Ami terus membongkar. Continue reading “Valentine”

Metamoforsis Sepatu Lubang

Denny Mizhar

Farfa mulai berlatih menari sebelum teman-temannya datang. Diputarnya musik dari ciptaan Mozart. Lincah kaki digerakkan, gemulai tangan dimainkan, menjaga keseimbangan tubuh dan membentuk gerakan-gerakan indah. Gadis-gadis seusianya mulai berdatangan, ada yang bersama orang tuanya, banyak diantar oleh pembantunya; orang yang dijadikan robot olehnya; bekerja sesuai perintah. Continue reading “Metamoforsis Sepatu Lubang”

Kota-kota Kecil Penyanggah Kota Kecil

Raudal Tanjung Banua *
jawapos.com

KARYA seni adalah persimpangan jalan, tulis Milan Kundera1, saat ia kubaca dalam perjalanan. Bahuku terguncang karena batu dan lubang jalanan, tapi kuteruskan membaca, menyusuri sebuah pikiran. Jumlah jalan yang bertemu, lanjut Kundera, akan menentukan mutu seninya. Aku berpikir, jika kota dapat dikatakan sebagai karya seni, jalanan seperti apakah gerangan yang akan menentukan mutu sebuah kota? Continue reading “Kota-kota Kecil Penyanggah Kota Kecil”

Bahasa »