Di Muka Rumah-Mu Tuhan

Yenny Suryadi
http://www.sinarharapan.co.id/

Lalu beberapa jamaah masjid laki-laki mulai berkumpul dan berbisik-bisik. Mereka benar-benar tidak suka dengan gaya pemuda itu, pura-pura ikut salat magrib dengan memarkirkan sepeda dagangan bakso gorengnya di halaman depan pagar. Padahal sudah jelas-jelas menggantung di pagar besi depan masjid itu tentang informasi mengenai larangan berjualan di depan atau di halaman masjid. Awalnya tidak ada yang terlalu peduli, sampai entah siapa yang memulai, kegelisahan itu perlahan-lahan mengusik para bapak jamaah masjid di kampung itu. Lelaki muda pedagang bakso goreng yang mangkal di halaman masjid waktu mulai menjelang gelap, magrib, sampai masuk waktu isya kini menjadi sorotan mereka. Continue reading “Di Muka Rumah-Mu Tuhan”

SAMPAN

Ahmad Muchlish AR
sinarharapan.co.id

Dua tahun yang lalu, Ayah dan Ibuku meninggal di laut; apabila aku kangen padanya, mengharap belaiannya, aku segera berangkat ke laut karena Ayah dan Ibuku adalah laut itu sendiri.* Kudapati angin, udara, camar, ombak dan buih telah mempelajariku hidup dan bergaul. Atau bahkan pernah aku enggan pergi ke laut karena dalam pikiranku muncul bahwa laut adalah kekejaman.
*** Continue reading “SAMPAN”

Cinta Gila

Heru Kurniawan *
sinarharapan.co.id

“Aku mencintaimu,” kata ini meluncur dari seorang pemuda yang berpakaian rombeng dan belepotan kotor. Ia nyengir, seperti tak ada beban berkata seperti itu. Dan perempuan yang diajaknya bicara hanya cengar-cengir, menggerak-gerakkan tubuhnya yang terbalut kain kotor. Ia senyam-senyum, cengengesan dan mengulum ibu jarinya.

“A…..pa, akang mencintaiku,” kata perempuan itu pelan dan lenjeh, “aku juga mencintai akang,” lanjutnya. Continue reading “Cinta Gila”

R Y A N

Soeprijadi Tomodihardjo*
http://www.jawapos.com/

SAYA tak ingat lagi kalimat dia selengkapnya, namun ketika Ambar menelepon, saya tahu pasti, pengakuan itu bukan orang lain yang mengucapkannya, melainkan si anak muda: ”They are my parents.” Sejak itu tiada lagi sesuatu yang perlu saya ragukan.
***

Barangkali sudah lama anak muda itu berada di tepi jalan sana, tetapi saya baru tahu ketika berdiri di balik gorden jendela ruang depan. Di bawah cahaya remang kekuningan lampu jalanan, ia coba membaca tulisan yang agaknya tidak jelas pada selembar kertas, lalu diselipkan dalam saku di balik dada jaketnya. Continue reading “R Y A N”

SYEKH BEJIRUM DAN RAJAH ANJING

Fahrudin Nasrulloh *

Satu

Mulanya hanyalah sebuah pertemuan tak terduga. Perjumpaan sekilas yang menggebyar takjub ihwal sosok petualang tersohor ini, sebagaimana wiracarita yang berkembang ketika itu. Syekh Bejirum bertemu Ibnu Batuta Al-Tanji (lahir di Tangier 1304 M dan wafat 1377 M) di Fez, Maroko, pada 8 November 1369 M, di sebuah kedai minum kecil. Syekh Bejirum sungguh tak menyana dapat bertemu dengan sosok petualang ini. Continue reading “SYEKH BEJIRUM DAN RAJAH ANJING”

Bahasa ยป