Pegawai Negeri

Teguh Winarsho AS
suarakarya-online.com

AKU dan Annisa memutuskan menikah di usia muda. Aku, duapuluh tahun; sedang Annisa, sembilanbelas tahun. Awalnya keputusan ini ditentang ayah. Ayah menghendaki agar kami selesai kuliah, baru menikah. Tapi setelah mendengar penjelasanku, akhirnya ayah maklum dan mau menerima. Begitulah, aku dan Annisa sudah saling menyinta. Kami tak ingin terjebak pada perbuatan yang dilarang agama. Dan, menikah adalah jalan keluar yang terbaik. Continue reading “Pegawai Negeri”

Belajar Bercinta dengan Laut

Marhalim Zaini
Koran Tempo, 19 Juni 2005

Segala yang datang dari laut, cintailah.
Tentang perjalanan. Tentang hidup yang tak terukur. Dan sesuatu yang tiba-tiba membuat kita merasa tidak lengkap. Di mana ia? Seorang saja yang hilang, pasti hati kita lengang. Kehilangan itu kian akrab. Seakrab kematian. Dan laut, selalu menyimpan ketakterdugaan. Ia, lelaki yang pergi bersama subuh. Aku, perempuan yang menanti seperti luluh. Kami, sepasang kekasih, yang disebabkan laut, maka harus melepas pagut. Continue reading “Belajar Bercinta dengan Laut”

Malam Menggelepar di Tanjungkarang

Alex R. Nainggolan
http://www.suarakarya-online.com/

Udara dingin malam jatuh semaput merajut tubuh Pedro. Ia merasa nyerinya menusuk sampai ke tulang, barangkali kemarau telah sampai di akhir Juni ini. Tapi ia tetap saja berjalan, menelusuri jalan Tanjungkarang yang sebenarnya sudah akrab baginya. Ia ingin menuntaskan sesuatu, di kepalanya telah lama bertungkai pelbagai rencana: mungkin ke tempat hiburan malam, menenggak bergelas-gelas bir, mencari perempuan yang bisa menemaninya sebentar, atau bila segalanya tak satu pun yang terpenuhi, ia akan melamun sendiri, berdiam di dalam sunyi, menyimak kota Tanjungkarang yang dibalut warna-warni cahaya lampuan. Continue reading “Malam Menggelepar di Tanjungkarang”

Hantu, Perempuan Sundal, dan Kebohongan Bramanto

Fakhrunnas MA Jabbar *
lampungpost.com

Akulah hantu itu. Tertiup angin aku datang ke pulau yang mulai gemerlapan ini. Tersebab lupa, aku tak tahu darimana aku tiba. Aku bisa berumah di awang-awang atau berhimpun dalam gemuruh hujan dan petir. Tak usahlah aku berterus-terang ihwal asalku. Orang-orang Melayu kebanyakan agak berpantang membincangkan soal itu. Kecuali, para batin dan bomoh yang sewaktu-waktu bisa saja memanggilku tanpa surat perintah sekali pun. Aku hanya takluk pada mantera dan bacaan gaib serta bau-bauan kemenyan atau ramuan kembang para batin atau bomoh tadi. Continue reading “Hantu, Perempuan Sundal, dan Kebohongan Bramanto”

MEREKA TIDAK HARUS MATI

Haris del Hakim
http://sastragerilyawan.blogspot.com/

Kastumiun menambatkan perahu di batang trembesi sebesar lengan, menjejakkan kaki di bibir perahu, melompat ke atas pematang tambak, melihat tambak yang berair keruh dan ikan-ikan bandeng timbul tenggelam; sesekali bagian perut ke atas, berusaha menyelam lagi, timbul lagi. Ikan-ikan dalam keadaan seperti itu memenuhi separuh permukaan tambak. Continue reading “MEREKA TIDAK HARUS MATI”

Bahasa ยป