Matra Hijau

A. Rodhi Murtadho *

Matra hijau. Kerlap-kerlip lampu menggantikan lenggang daun pepohonan. Udara sejuk dan hawa segar terisolasi asap knalpot dan luapan pabrik. Muntahan tai tak teruruk. Buangan-buangan yang tak terurus: plastik, kertas, daun, bangkai tikus, bangkai kucing, orok busuk, bahkan mayat manusia. Benak selalu tak mengerti kewajaran. Memaafkan segala gerak tangan dan pemikiran. Meski salah. Aksi dan reaksi terjadi begitu cepat. Lelah. Hanya bisa meruncingkan keinginan tidur dalam lingkungan apek. Kota. Continue reading “Matra Hijau”

Perempuan Paling Sunyi

Haris del Hakim

Kertarajasa, pada masa muda dikenal sebagai Ken Arok, tergeragap dari tidurnya. Ujung keris telah menempel di ulu hatinya. Kesadaran yang baru saja diperolehnya hilang sesaat kemudian kembali dan digenggamnya erat-erat. Dalam keadaan apa pun ia tetap seorang raja, berandal yang digelari Arok, dan panglima pasukan yang pernah menikamkan kerisnya ke jantung Tunggul Ametung. Continue reading “Perempuan Paling Sunyi”

KADO SPESIAL

AS. Sumbawi

Besok; usia pernikahanku dengan Hamidah genap lima tahun. Dan selama itu, kehidupan rumah tangga kami bisa dikatakan berjalan lancar. Percekcokan kecil mungkin biasa. Tapi, percekcokan hingga menyebabkan Hamidah sampai pulang ke rumah orang tuanya, kupastikan belum pernah. Menurutku, keadaan ini disebabkan aku sangat mencintainya. Begitu pula sebaiknya. Continue reading “KADO SPESIAL”

Bahasa »