Gunawan Maryanto
Koran Tempo, 19 Feb 2012
DI jalan Bugisan Jogja dulu ada sebuah warung rokok. Kecil dan seadanya, berdiri di atas trotoar jalan. Sebuah warung berbentuk gerobak dengan dua roda sepeda gembos terpasang di kedua sisinya. Tak ada yang istimewa dari warung itu, tak beda dengan warung-warung rokok lainnya. Rokok yang dijual pun rokok biasa yang dengan mudah kaudapatkan di warung lainnya. Yang istimewa adalah penjualnya. Namanya Mendut. Aku memanggilnya Mbak Mendut. Asli pesisir katanya. Ia datang ke Jogja karena sebuah kecelakaan. Kecelakaan dalam tanda kutip. Continue reading “Mbak Mendut”
