Beni Setia
Jawa Pos, 12 Feb 2012
GAMBIR tinggi di awang-awang. Orang datang dan pergi di antara jalur rel-rel yang bersirentang mendatangkan serta mesilalukan derap, yang sesaat berhenti untuk memuntahkan yang bersigegas turun atau menyedot orang-orang yang menekah naik. Dan di pagi itu: Aku menggeliat dari pegal, memilih kursi serta merokok—tidak peduli akan ancaman si perda anti- merokok sembarangan DKI Jakarta, karena inti perda itu bukan cuma melarang orang merokok, Continue reading “Lagu Tanglung Ungu”
