Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (7-Selesai)

Jusuf An
kompasiana.com/jusuf_an

Begitulah, sejak itu kau memanggilnya Nitse. Sebelum kau mengunjungi kamarnya, kau pernah menyangka jika ia seorang yang malas, sebab kau jarang melihatnya di ruang kuliah dan jika pun ia ada, kau sering melihatnya tertidur di dalam kelas. Tetapi kau buru-buru menyadari kekeliruan atas sangkaanmu setelah masuk kamarnya siang itu. Kau menebak Nitse rajin membaca, jarang tidur malam dan mencuci pakaian. Continue reading “Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (7-Selesai)”

Sastrawan Misterius

Tri Budhi Sastrio
http://www.balipost.co.id/

PERNAH melihat orang memperhatikan bunga melati yang sedang mekar selama delapan jam terus menerus? Mungkin tidak pernah. Banyak orang suka memperhatikan bunga melati yang indah dan harum kalau sedang mekar. Tetapi kalau delapan jam terus menerus, menatap, tersenyum, bahkan tidak jarang seperti bercakap-cakap dengan sang melati, ini pasti bukan suatu hal yang biasa. Bahkan, orang pasti bilang itu kalau tidak edan ya sinting. Tetapi Patria tidak edan dan tidak sinting. Dia waras, paling tidak begitulah katanya berkali-kali. Continue reading “Sastrawan Misterius”

Riwayat yang Dituturkan oleh Hembusan Angin

Muhammad Harya Ramdhoni
lampungpost.com

NAMAKU Sekeghumong. Dapunta Beliau Sekeghumong. Begitulah pujangga dan rakyat jelata menyebut namaku dengan takzim. Angin kering musim kemarau di Perbukitan Bedudu ini akan menceritakan kepadamu segala hal tentang diriku. Angin kering musim kemarau yang berkesiut di perbukitan ini, di mana jasadku kini ditanam, akan meriwayatkan kepadamu tentang segala kisah suka dan duka yang kualami sepanjang hidupku. Continue reading “Riwayat yang Dituturkan oleh Hembusan Angin”

Sukat

Salman Rusydie Anwar
Kedaulatan Rakyat, 20 Nov 2011

Menurut orang-orang dan terutama perempuan-perempuan yang ada di kampungnya, Sukat hanyalah lelaki biasa. Wajahnya sungguh tidak menarik, karena selain agak hitam juga ada bekas luka di pipi kiri dan dagunya yang membuatnya semakin tidak sedap dilihat. Tak hanya itu, Sukat juga dikenal sebagai lelaki pengangguran yang lebih banyak menghabiskan waktu siangnya dengan tidur di pos ronda dan jika malam pergi keluyuran entah kemana. Continue reading “Sukat”

Bahasa »