Sri Ajati: Chairil Anwar Tak Pernah Menyatakan Cinta

Bambang Soebendo
sinarharapan.co.id

MAGELANG?Wanita tua yang kini telah berusia lebih dari 83 tahun dan tinggal di kompleks ABRI, Taman Badakan, Magelang, itu masih menyisakan garis-garis kecantikannya di wajahnya. Sekalipun harus duduk di kursi roda, ia tak pernah mengurangi aktivitasnya, termasuk kegiatan sosialnya di Rotary Club Magelang.
Ingatannya masih tajam. Ia bahkan masih fasih berbahasa Belanda, Inggris, Jawa, Sunda, Padang, Aceh, dan Banjar. Continue reading “Sri Ajati: Chairil Anwar Tak Pernah Menyatakan Cinta”

Mengenang Sjahrir via Puisi Chairil

Moh. Samsul Arifin
jawapos.co.id

BUNG, aku bisa merasakan luka yang merasuk hingga tulang-tulangmu. Juga, luka yang menular di sekujur orang-orang terdekatmu: Siti Wahjunah, Soedjatmoko, dan dua anakmu -Kriya Arsyah (Buyung) dan Siti Rabyah Parvati (Upik). Saat kau ditahan di Rumah Tahanan Militer di Jalan Budi Utomo, Jakarta, kau menghuni kamar sempit dan lembap. Continue reading “Mengenang Sjahrir via Puisi Chairil”

Chairil Anwar dan Bahasa Baru dalam Sastra Indonesia

Sapardi Djoko Damono
majalah.tempointeraktif.com

Sastra Indonesia ada zaman Jepang, seorang pemuda menulis sebuah sajak yang salah satu barisnya adalah “Aku mau hidup seribu tahun lagi”. Hanya beberapa tahun sesudah itu, yakni pada 1949, ia meninggal dunia pada usia menjelang 27 tahun. Tetapi sajak-sajaknya tetap hidup sampai hari ini dan mungkin sampai seribu tahun lagi. Pada tahun terakhir menjelang kematiannya, ia menulis “Hidup hanya menunda kekalahan?, sebelum pada akhirnya kita menyerah”. Continue reading “Chairil Anwar dan Bahasa Baru dalam Sastra Indonesia”

Merayakan Chairil, Mengenang Pram

Umar Fauzi
surabayapost.co.id

Seperti berbagai pengultusan peringatan hari-hari besar atau hari bersejarah lainnya, kesusastraan Indonesia juga tidak luput dari tradisi tersebut. Bulan sastra atau oleh Sapardi Djoko Damono disebut sebagai hari sastra itu, jatuh pada bulan April, tepatnya pada tanggal 28 April. Peringatan ini ?sekaligus? untuk mengenang sang maestro sastrawan Indonesia Chairil Anwar. Dengan perkataan lain, nama besar Chairil dijadikan momentum sebagai hari Sastra Indonesia. Pada bulan ini diselenggarakan oleh berbagai pihak baik komunitas sastra maupun lembaga pendidikan berbagai macam kegiatan kesusastraan. Continue reading “Merayakan Chairil, Mengenang Pram”