Cikie Wahab
Riau Pos, 8 April 2012
Namun aku merasakan sesuatu yang lain ketika memasuki tempat ini. Aku tak peduli apakah ini penjara bagi pesakitan, perampok, pemerkosa, koruptor, bromocorah kambuhan atau residivis kelas kampung. Kalau engkau ingin tahu, Maria, aku merasa inilah tempat yang baik bagi pikiranku, setidaknya aku merasa hidup yang lebih bebas dan pikiranku bisa berjalan dengan seluas-luasnya. (Penjara: hal. 3) Continue reading “Realitas Sosial-Politik dalam Tunggu Aku di Sungai Duku”
