Perlukah Asosiasi Pengarang?

D. Zawawi Imron
harianhaluan.com 2 Des 2012

Ada stigma yang mengatakan bahwa pengarang itu sulit berorganisasi. Alasannya karena pengarang itu adalah orang yang punya imajinasi terlalu jauh meninggalkan bumi dan kenyataan. Pendapat begitu mungkin ada sedikit benarnya.

Betapa pun liarnya pengembaraan daya khayal seorang pengarang di dalam berkarya, toh ia tetap berada di bumi. Bumi adalah pijakan yang paling konkret bagi setiap manusia baik ia pengarang atau bukan. Continue reading “Perlukah Asosiasi Pengarang?”

Pesta Puisi di Kediri

D. Zawawi Imron
Jawa Pos, 13 Juli 2008

SEKITAR 50 sastrawan dari kawasan Asia Tenggara berkumpul di Kediri, 30 Juni sampai 3 Juli 2008. Mereka mengadakan ”Pesta Penyair Nusantara 2008”. Di antaranya ada Ahmadun Yosi Herfanda, Viddy A. Daery dari Jakarta, Dinullah Rayes dari Sumbawa, dan Anil Hukma dari Makassar. Di samping itu, banyak lagi penyair dari Tegal, Bandung, Jogjakarta, Medan, Pekanbaru, Samarinda, dan lain-lain. Dari Malaysia datang Dato’ Kemala dan Malim Ghozali, sastrawan dan ahli matematika Alquran. Continue reading “Pesta Puisi di Kediri”

Refrein di Sudut Dam, Puisi D. Zawawi Imron

Abu Salman

Dulu, mungkin sekitar delapan atau tujuh tahun yang lalu, saya masih teringat betapa saya merasa seperti membaca sebuah narasi yang memprovokasi batin saya ketika menikmati “Panggil Aku Kartini Saja” nya Pramoedya Ananta Toer (PAT), meskipun bukan sebuah provokasi, hanya batin saya saja yang mudah terpengaruh dan tidak dapat menahan gemuruh dan geram di dada hingga akhirnya seperti terdengar terikan yang tertahan “kejam!!” Continue reading “Refrein di Sudut Dam, Puisi D. Zawawi Imron”

Rakyat; Kunci Penyelamat Bangsa

Apa Pandanganmu Tentang Rakyat?

Salman Rusydie Anwar

Di suatu malam yang lengang, penulis dan beberapa orang teman lainnya terlibat dalam sebuah obrolan sederhana dengan seorang budayawan kondang asal Madura, D. Zawawi Imron, di salah satu sudut kota Jogja. Malam itu tepat malam Minggu. Sebuah momentum yang bagi kalangan muda-mudi merupakan saat yang tepat memadu sublimitas psikologi dari sesuatu yang disebut cinta dan kasih sayang. Continue reading “Rakyat; Kunci Penyelamat Bangsa”

Bahasa »