Kegilaan Seorang Jendral: Catatan Pentas Monolog Cucuk Espe

Denny Mizhar *

Dengan artistik yang minimalis dan musik yang sederhana, pentas monolog Jendral Markus pun berlangsung. Adegan awal yang dimulai dengan sapa tokoh kepada penonton, layaknya seorang yang sedang orasi ditengah kerumunan massa. Hal tersebut nampak pada pemilihan bentuk panggung arena yakni upaya tak mengambil jarak dengan penonton. Continue reading “Kegilaan Seorang Jendral: Catatan Pentas Monolog Cucuk Espe”

Dari Ruang Kesunyian Menuju Pesta Makna

Denny Mizhar *

Bagaimana sebuah hasil ciptaan ada? tentu saja lewat proses kreasi dari penciptanya. Sebuah lukisan, hasil kreasi dari pelukisnya, sebuah puisi hasil kreasi dari penyairnya yang memiliki sifat personal kekhasan. Proses penciptaan tak lahir begitu saja dari kreatornya, beragam jalan yang ditempuh: dari mamasuki jenjang studi, belajar otodidak dan lain sebagainya. sebuah pilihan atas jalan proses kreasi penciptaan. Continue reading “Dari Ruang Kesunyian Menuju Pesta Makna”

Imaji Yang Terbingkai Nihilisme

Denny Mizhar*

Nada-nada membentuk satu komposisi musik mengalun dan mengalir mendorong tubuh untuk bergerak dengan beragam tingkah. Musik yang mewakili ruang imajiner sedang dicarinya oleh sekelompok orang dengan membawa bingkai berwarna hijau. Suara itu belum diketahui dari mana asalnya. Hal itulah yang membuat sekelompok orang-orang mencari. Dengan tingkah komedian yang terbentuk lewat gerak karikatural: mengalir, patah. Continue reading “Imaji Yang Terbingkai Nihilisme”

Kursi Bos

Denny Mizhar

Jangan melawan kekuasaan, nanti akan tumbang. Berbaik-baiklah padanya. Kau akan selamat dalam bekerja. Terpenting bagi hidup adalah isi perut. Bukan idealisme. Sebab idealisme di tempat ini selalu masuk tong sampah. Menjadi tidak berguna. Karena rasa lapar masih ada. Jika kau masih takut lapar, ketika kesewenang-wenangan penguasa berbicara, cukup anggukkan kepala. Itu tandanya seiyasekata. Kau akan sejahtera. Penguasa di sini tidak akan mendengar apa yang menjadi harapan kita. Karena penguasa masih ingin perkasa. Continue reading “Kursi Bos”

Pembunuhan di Surat Kabar Minggu

Denny Mizhar

Sebenarnya aku tak suka melihat mereka mengolok-olok kawanku yang sudah berani lantang menolak tuduhan yang dikecamkan mereka padanya. Aku melihat kawanku suka menyendiri sejak ia mendapat cibiran dari orang-orang yang sering nongol di hari minggu di koran pagi. Kawanku juga sering berpapasan dengan mereka. Entah bertegur sapa atau saling cemberut sebab potret wajah bergantian terlihat di surat kabar minggu, aku tak melihatnya jelas, aku hanya mendegar cerita dari orang-orang saja. Continue reading “Pembunuhan di Surat Kabar Minggu”

Bahasa ยป