
Djoko Saryono * Continue reading “WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (1)”
SINGIR KIAI: MEDIUM AMPUH SAMPAIKAN ISLAM
Djoko Saryono *
Tombo ati iku (ana) lima warnane
Kaping pisan nderes (maca) Qur’an sakmanane
Kaping pindho wong kang sholeh kumpulana
Kaping telu sholat wengi lakonana
Kaping papat weteng iro ingkang luwe
Kaping lima zikir wengi ingkang suwe Continue reading “SINGIR KIAI: MEDIUM AMPUH SAMPAIKAN ISLAM”
HAZIM AMIR: SANG HUMANIS TRANSENDENTAL

Djoko Saryono * Continue reading “HAZIM AMIR: SANG HUMANIS TRANSENDENTAL”
ANTARA KRAMA INGGIL DAN NGOKO
: Tentang Hegemoni Makna dan Penafsiran
Djoko Saryono *
the real monopoly is never that of technical means, but of speech
(Baudrillard, For a Critique of the Political Economy of the Sign, 1982)
/0/
Bersila di dipan usang, orang tua bijak itu — yang dari mulutnya selalu terdengar harum zikir dan lembut tuturnya menidurkan segala kesumat — didatangi beberapa anak muda yang sedang mencari pegangan kearifan di tengah bencana wabah pandemi virus yang membuat semua masyarakat dan pemerintah di dunia kalang kabut dan cemas. Continue reading “ANTARA KRAMA INGGIL DAN NGOKO”
PUITIKA JALAN PULANG KE MUASAL KEJADIAN *
Djoko Saryono **
/1/
Bagi saya, di dunia-kehidupan akademik dan intelektual, Prof. Achmad Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D (selanjutnya disingkat AEK) merupakan sosok langka yang — meminjam istilah Rudolf Otto — mysterium tremendum et fascinosum, menggentarkan sekaligus memesona pada zaman kiwari. Sebagai sosok yang menggentarkan sekaligus memesona, AEK akan senantiasa luput dicandra secara utuh, selalu mrucut [Jawa: terlepas] digambarkan dengan bahasa. Pencandra atau penggambarnya seakan-akan hanya — meminjam larik puisi Amir Hamzah — bertukar tangkap dengan lepas. Siapa pun termasuk saya tak cukup puas mencandranya dengan leksikon, terminologi, dan diksi denotatif, sehari-hari, dan umum. Continue reading “PUITIKA JALAN PULANG KE MUASAL KEJADIAN *”
