Alain Badiou: Kembali ke Filsafat, Kebenaran dan Subjek

Bagus Takwin *

Alain Badiou memberi darah segar pada filsafat, menghidupkan dan menggairahkannya. Dengan menggunakan matematika, ia membuka jalan bagi kembalinya filsafat, juga kebenaran dan subjek. Ia menyuburkan lagi hasrat filsafat dengan menafsir ulang pemikiran para filsuf Yunani kuno. Dengan analisis implikasi logis dari pemikiran Herakleitos, Parmenides, Plato dan Aristoteles, ia mendefinisikan ulang ‘Ada’ (being) dan ontologi. Continue reading “Alain Badiou: Kembali ke Filsafat, Kebenaran dan Subjek”

DARI SA’DI KE BOCCACCIO: WARISAN SASTRA PANDEMI

Hamid Dabashi
Diterjemahkan oleh Dwi Pranoto

Kesusastraan dapat membantu kita bertahan dari pandemi ini dengan kekayaan konstelasi mental, moral, dan daya kritis.

Ketika kasus dan korban Covid-19 meningkat secara global, para pakar medis sangat khawatir tidak hanya mengenai virus itu sendiri, tapi juga mengenai meningkatnya kecemasan dan menajamnya ketakutan orang-orang yang sedang mengalami saat mereka berusaha menghadapi pandemi. Continue reading “DARI SA’DI KE BOCCACCIO: WARISAN SASTRA PANDEMI”

Mencari Tokoh Bagi Roman

Iwan Simatupang

Tokoh yang bagaimana saja bisa tampil dalam roman. Terserah teknik pengarang, mana didulukan. Tokoh dulu, baru menyusul cerita bersama persoalan gaya. Atau, sebaliknya.

Seorang Giraudoux memilih yang sebaliknya. Cari dulu gayanya, idenya menyusul kemudian, kata dia. Dengan ide antara lain maksudnya tokohnya, tokoh-tokohnya. Sedangkan Proust bertahun-tahun mencari tokohnya dulu. Sekali ketemu, tokohnya itu (walau ini dirinya sendiri) tak mudah lagi meninggalkannya. Hasilnya, A la Recherche du Temps Perdu,  berjilid-jilid. Dan berapa banyak pengarang atau calon pengarang lainnya, yang keburu mati tanpa kunjung menemu tokohnya, gayanya? Continue reading “Mencari Tokoh Bagi Roman”

Bahasa »