
Djoko Saryono * Continue reading “WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (2)”
WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (1)

Djoko Saryono * Continue reading “WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (1)”
Imajinasi, Observasi, dan Intuisi pada Cerpen “Langit Makin Mendung”
H. Bahrum Rangkuti
Tidak mudah melukiskan secara objektif dan ilmiah judul di atas ini, lebih-lebih karena cerpen Langit Makin Mendung karangan Kipandjikusmin, sangat dihebohkan oleh golongan besar umat Islam. Hamka sendiri sebagai saksi ahli dalam sidang pengadilan atas dimuatkannya cerpen tersebut dalam majalah Sastra, merasa dirinya sangat tersinggung dan menyatakan kepada hakim ketua, ia akan murtad jika ia sebagai Penanggung Jawab majalah Kiblat memuatkannya dalam majalah yang dipimpinnya itu. Continue reading “Imajinasi, Observasi, dan Intuisi pada Cerpen “Langit Makin Mendung””
Proses Lahirnya Manifes Kebudayaan
D.S. Moeljanto
Naskah Manifes Kebudayaan selesai dikerjakan oleh Wiratmo Soekito pada 17 Agustus 1963 pukul 04.00 WIB. Setelah dipelajari, akhirnya dapat diterima oleh Goenawan Mohamad dan Bokor Hutasuhut, sebagai bahan yang akan diajukan ke diskusi pada 23 Agustus 1963 di Jalan Raden Saleh 19 Jakarta. Kemudian naskah tersebut diperbanyak dan disampaikan kepada sejumlah seniman untuk dipelajari, jika dianggap perlu diberi catatan-catatan sebagai landasan ideal. Continue reading “Proses Lahirnya Manifes Kebudayaan”
TAK ADA PAHLAWAN SAAT PANDEMI
(Perihal Sampar, Novel Albert Camus)

