Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (VII)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/10/sue-responsibility-of-authorship-of-sutardji-calzoum-bachri-vii/

VII

Bagian ini menuruti angka ganjil VII, sebagai letak pemberhentian atas ketaksesuaianku dengan Tardji. Yang bermula igauannya bahwa Tuhan berimajinasi, bermimpi, hingga menggugah diriku mendatangi:

Jika tidak satu pun kritikus dapat memberikan penilaian atau pemahaman yang meyakinkan atau malah hanya sekadar komentar asal bunyi atau lip service saja, maka pengarangnya harus angkat bicara. Continue reading “Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (VII)”

Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (VI)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/10/sue-responsibility-of-authorship-of-sutardji-calzoum-bachri-vi/

VI

Di buku Raja Mantra Presiden Penyair, sastrawan Taufik Ikram Jamil menulis esai bertitel Bersama Sutardji Calzoum Bachri seluas 16 halaman, dari nomor 64 sampai 79, mengisahkan keakraban dirinya dengan sosok dikenal tukang mantra itu. Ikram mengudar perjalanan Tardji sedari kanak hingga proses kreatif di tanah Pasundan, berpelukan hangat kerinduan, seperti mengetahui persis tapak langkah dengus aroma, dan gelagat rupa gemawan apa saja yang menaungi. Continue reading “Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (VI)”

Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (V)

Nurel Javissyarqi

V

Ada beberapa mantra Jawa mengadopsi nilai ajaran Islam, salah satunya lewar, malah mengotori ruhaniah kedalamannya, semisal ajian kulhu sungsang, diambil dari surat Al-Ikhlas, tapi diputarbalikkan hingga jempalitan tak tentu arah.

Mantra-mantra berdaya ruhani rendah yang paras auranya merah, mudah dipelajari karena menghamba jin atau manunggaling kawulo jin; Continue reading “Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (V)”

Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (IV)

Nurel Javissyarqi

IV

Cukilan tulisan Dr. Abu Hanifah, Menyambut Ceramah Mochtar Lubis, Renungan Tentang “Manusia Indonesia Masa Kini” bagian Lahirnya Sumpah Pemuda:

Buku ini ditulis (keterangan sebelumnya; ada membicarakan sifat-sifat manusia Indonesia, dalam cara seperti dikemukakan oleh Saudara Mochtar Lubis. Dicetak tahun 1920, Haarlem, pengarangnya Prof. J.C. van Eerde, guru besar Universitas Amsterdam dan Direktur dari Koloniaal Institute te Amsterdam. Continue reading “Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (IV)”