Membaca “Realisme” Emha

Muhammad Al-Fayyadl
sinarharapan.co.id

Nama Emha Ainun Nadjib dalam jagat kepenulisan kita sudah tak asing lagi. Ratusan kolom dan belasan buku telah lahir dari tangannya, termasuk sejumlah besar feature yang ditulisnya untuk media massa. Namun, dari sekian banyak tulisannya, orang mungkin akan mencatat bahwa karya Emha di bidang penulisan cerpen jauh lebih sedikit dibanding puisi atau esai-esainya, meski tak kalah fenomenal. Cerpen-cerpen yang ditulisnya merentang dari tahun 1977 sampai 1982, masa-masa awal ketika Emha baru memulai kariernya sebagai penulis. Segenggam cerpen itu, yang kini telah terbit dalam antologi tunggal BH (2005), menunjukkan dengan jernih bagaimana Emha berevolusi menjadi penulis yang benar-benar matang dalam mengolah kata-kata. Continue reading “Membaca “Realisme” Emha”

Para Ahli Kubur dari Jombang

Emha Ainun Nadjib*
http://www.tempointeraktif.com/

Tulisan ini saya bikin dengan asumsi dasar bahwa para pembaca percaya ada Allah dengan kekuasaan-Nya. Di salah satu tayangan televisi, muncul seorang kiai dengan nasihat sangat bijak, kurang-lebih begini: “Jangan minta kepada Ponari, Ponari itu makhluk. Jangan minta kepada batu, batu itu makhluk. Jangan berlaku syirik sehingga menjadi manusia musyrik. Mintalah Khaliq, Allah Swt….” Continue reading “Para Ahli Kubur dari Jombang”

Puisi-Puisi Emha Ainun Nadjib

http://sastrakarta.multiply.com/
Kudekap Kusayang-sayang

Kepadamu kekasih kepersembahkan segala api di dadaku ini demi cinta kepada sesama manusia
Kupersembahkan kepadamu sirnanya seluruh kepentingan diri dalam hidupku demi mempertahankan kemesraan rahasia, yang teramat menyakitkan ini, denganmu
Terima kasih engkau telah pilihkan bagiku rumah persemayaman dalam jiwaku remuk redam hamba?hambamu Continue reading “Puisi-Puisi Emha Ainun Nadjib”

Bahasa ยป