
Sunlie Thomas Alexander * Continue reading “PERIHAL MENULIS”
Kata-Kata dan Nilai Rasa
Matroni el-Moezany *
Kita tahu bahasa atau kata-kata yang kita pakai atau kita lantunkan bukanlah hal yang mati, tapi suatu yang bernyawa (hidup), suatu ekpresi dari kita (manusia) yang hidup, yang terentak juga sebagai alat interkomunikasi antarmanusia yang hidup bersama dalam masyarakat. Kata-kata yang kita pakai itu tidak hanya menunjukkan realitas barang-barang yang obyektif saja, tetapi juga menyatakan sikap dan perasaan terhadap realitas obyektif. Kata mempunyai nilai rasa tertentu dalam setiap kata-kata. Continue reading “Kata-Kata dan Nilai Rasa”
In Memoriam ”The Lord of Ambyar”
Sindhunata
Kompas, 6 Mei 2020
Hidup Didi Kempot memang sungguh ambyar dengan kematiannya yang tak diduga orang. Komplet sudah perjalanannya sebagai ”The Lord of Ambyar”.
Tak jauh sebelum Covid-19 datang, orang-orang sampai ke pelosok Nusantara ini sudah akrab dengan kata ambyar. Pewarta pengertian ambyar itu adalah Didi Kempot, ”The Lord of Ambyar”. Ternyata Covid-19 benar-benar datang dan membuat ambyar semua yang dibangun manusia. Kata-kata Didi Kempot seakan adalah ramalan tentang ambyar yang kemudian menjadi kenyataan. Continue reading “In Memoriam ”The Lord of Ambyar””
NYAI PUTHUT, PERMAINAN NINI THOWOK KHAS MALANG
Mashuri *
Permainan Nini Thowok mashur sebagai permainan rakyat yang melibatkan kekuatan magis. Mirip-mirip jailangkung, tetapi lebih njawani. Konon, asal muasalnya dari kawasan pinggiran di negerigung Yogyakarta dan Surakarta. Namun, ternyata Malang memiliki permainan serupa dengan Nini Thowok, yang menggunakan media boneka dengan melibatkan ‘dunia lain’. Masyarakat Ngalam, eh Malang, tempo doeloe menyebutnya dengan permainan Nyai Puthut. Continue reading “NYAI PUTHUT, PERMAINAN NINI THOWOK KHAS MALANG”
Kuntowijoyo dan Sastra Profetik

Arif Saifudin Yudistira * Continue reading “Kuntowijoyo dan Sastra Profetik”
